dombanya-tuhan-renungan-30-maret-2014

Dombanya Tuhan

Ayat Emas
“Gembalakanlah umat-Mu dengan tongkat-Mu, kambing domba milik-Mu sendiri, yang terpencil mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan. Biarlah mereka makan rumput di Basan dan di Gilead seperti pada zaman dahulu kala.”
(Mi. 7:14)

dombanya-tuhan-renungan-30-maret-2014

Kerygmers, Alkitab sering menggunakan perumpamaan domba, untuk menggambarkan manusia. Ada dua macam domba, yaitu domba milik Allah dan domba yang sesat.

Sebagai anak-anak Tuhan Yesus kita diibaratkan sebagai domba milik Allah sendiri. Pada dasarnya binatang domba ini agak bodoh. Seringkali, saat sedang mencari makanan di padang rumput, mereka secara tak sadar kurang memperhatikan datangnya bahaya di sekitarnya. Kadang mereka terpisah dari kawanannya dan mulai tersesat. Itu sebabnya peran gembala menjadi sangat penting.

Gembala bertugas memberi domba-dombanya makan dan minum, menjaga mereka dari bahaya yang mungkin mengintai, serta menggiring mereka kembali ke kandangnya dengan tongkat.

Tapi ada juga gembala yang meninggalkan domba-dombanya, ada yang tertidur saat berjaga, ada yang kurang cermat dan tidak menghitung jumlah dombanya.

Tuhan Yesus adalah gembala yang baik. Dia tidak membiarkan domba-domba-Nya tersesat. Dia menuntun domba-domba-Nya untuk makan rumput sampai kenyang dan minum air segar. Dia juga menjaga domba-domba-Nya dari serangan musuh.

Kerygmers, kita adalah domba-domba kepunyaan Tuhan. Dia telah menggembalakan kita dengan baik. Tapi masalahnya, domba macam apakah kita ini? Apakah kita domba yang sulit diatur, tidak taat, gampang tersesat atau domba yang fokus pada tujuan Sang Gembalanya? Jadilah domba-domba yang baik, agar kita beroleh keselamatan.

Jadilah domba yang baik dari Gembala yang juga baik
Doaku:
“Tuhan Yesus, jadikanlah aku domba yang taat, yang mau dengar-dengaran akan suara-Mu. Amin.”
Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *