kok-bisa-renungan-20-februari-2014

Kok Bisa???

Ayat Emas
“Jangan Mencuri”
(Kel. 20: 15)

kok-bisa-renungan-20-februari-2014

Ada dua anak SMA yang nekat mencuri motor temannya, hanya untuk membayar iuran sekolah. Akhirnya, kedua anak SMA itu harus mendekam dalam bui untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sayang banget, padahal mereka sebenarnya dari keluarga mampu.

Dalam kisah Yakub, saat Yakub dan keluarganya hendak pergi meninggalkan rumah Laban, paman sekaligus mertuanya, terjadi pencurian. Rahel istri Yakub menngambil terafim milik ayahnya, yang terbuat dari emas. Kalau kita baca secara teliti, Yakub sebenarnya sudah cukup kaya, tetapi Rahel tetap saja mencuri. Rahel mencuri dari ayahnya sendiri, yang sudah memeliharanya sampai ia dewasa. Bukan hanya mencuri, Rahel juga berbohong pada ayahnya.

Kerygmers, mungkin kita tidak melakukan hal semacam itu. Tetapi dalam kenyataannya, ada saja yang melakukan hal tersebut. Ada yang mengambil perhiasan orangtuanya hanya untuk membeli HP terbaru, atau memakai kartu kredit orangtuanya untuk kesenangan diri sendiri. Lantas bagaimana dengan persembahan yang seharusnya untuk Tuhan? Apakah ketika diberi uang untuk persembahan lantas dipakai untuk hal yang lainnya? Itu juga mencuri namanya. Bagaimana dengan kalian yang tak memberi perpuluhan?

Kerygmers, segala bentuk pencurian, entah itu mencuri uang orang tua, tidak memberikan uang persembahan, mencuri jawaban dari teman alias mencontek, adalah hal-hal yang kurang menyenangkan hati Tuhan. Jadi, jangan mencuri!

Mencuri adalah sifat iblis
Doaku:
“Tuhan Yesus, jauhkanlah sifat buruk dalam hidupku. Jangan biarkan aku mencuri kemuliaan-Mu. Bimbing aku hidup berkenan di hadapan-Mu. Amin.”
Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *