waktu-oh-waktu-renungan-06-februari-2014

Waktu Oh Waktu . . .

Ayat Emas
“Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”
(Mzm. 84:11)

waktu-oh-waktu-renungan-06-februari-2014

Yakub melarikan diri dan tinggal bersama Laban. Di sana ternyata dia jatuh cinta dengan Rahel, anak bungsu Laban. Yakub pun berjuang untuk mendapatkan Rahel sebagai istrinya, meski sempat ditipu beberapa kali. Bagi Yakub waktu tujuh tahun bekerja pada Laban, ditulis dalam Alkitab terasa hanya beberapa hari saja. Wow, sungguh luar biasa! Inilah yang namanya jatuh cinta.

Kalian mungkin juga pernah mengalami perasaan yang sama, seperti yang dialami Yakub. Bertemu tiga jam terasa hanya lima menit yang berlalu. Tidak berjumpa sehari terasa setahun tak bertemu. Sungguh luar biasa Tuhan menciptakan perasaan cinta kasih itu.

Satu pertanyaan penting yang harus dijawab, apakah hal yang sama itu juga terjadi, ketika kita jatuh cinta pada Tuhan Yesus? Apakah waktu yang terlewat bersama-Nya terasa indah, menggebu-gebu? Hari yang berlalu terasa kurang lengkap tanpa doa kepada-Nya, gak bisa tidur tanpa curhat dengan Tuhan Yesus, terasa tak lengkap jika sehari belum dapat surat atau SMS dari Tuhan Yesus bila belum membaca Alkitab, belum terasa wakuncar (waktu kunjung pacar) bila tak ikut ibadah atau persekutuan. Semua ini dapat kita rasakan ketika kita benar-benar jatuh cinta kepada-Nya.

Kerygmers, kecenderungan kita adalah menghabiskan waktu bersama dengan orang yang kita sayangi. Begitu juga dengan Tuhan Yesus yang selalu rindu bersekutu dengan kita dalam doa, ibadah, dan dalam pengenalan akan Firman Tuhan. “Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain … “ Marilah kita memberikan waktu terbaik kita, untuk datang dihadirat-Nya.

Pergunakan waktu dengan baik karena waktu tidak dapat kembali
Doaku:
“Bapa Surgawi, ajar aku untuk tidak melewatkan hari-hariku untuk selalu bersekutu dengan Engkau. Amin.”
Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *