from-korea's-got-talent-renungan-24-januari-2014

From Korea’s Got Talent

Ayat Emas
“dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,”
(1 Kor. 1:28)

from-korea's-got-talent-renungan-24-januari-2014

Choi Sungbong adalah seorang bocah lelaki yang ditinggalkan di panti asuhan pada usia tiga tahun. Setelah dipukuli oleh sesama penghuni, pada usia lima tahun ia kabur. Mulai hari itu hingga 10 tahun ke depan, ia menghidupi dirinya sendiri di jalanan, dengan berjualan permen dan bekerja kasar apapun. Ia tidur di tangga dan toilet-toilet. Ketika ia berjualan di sebuah klub malam, ia melihat seorang penyanyi di panggung. Sejak itulah ia suka sekali menyanyi.

Bulan Juni 2011, di usia 21 tahun ia mengikuti audisi Korea’s Got Talent dan maju hingga final. Ia menyanyikan lagu-lagu klasik yang menuntut vocal prima. Rasanya luar biasa, seorang anak jalanan mengerti tentang music “kelas atas” yang jarang terdengar di jalanan.

Tuhan Yesus tidak membutuhkan seorang yang luar biasa untuk menunjukkan kebesaran dan keajaiban-Nya. Ia bisa memilih siapa saja. Choi Sungbong ranking ke-2 dari bawah di kelasnya. Tapi sekarang ia dikenal di Korea dan dunia.

Jangan pernah memandang rendah orang lain. Apalagi karena sesuatu yang terlihat mata seperti kondisi fisik dan kekayaan. Jangan pernah putus asa karena keadaan yang tidak sempurna. Tuhan Yesus bisa mengubah hidup siapa saja. Intinya, percaya saja !

Tuhan bisa memilih siapa saja untuk menunjukkan kebesaran dan keajaiban-Nya.
Doaku:
“Tuhan Yesus, ajari aku untuk tidak memandang remeh orang lain. Tolong aku untuk mengembangkan talenta yang telah Engkau beri. Amin.”
Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *