lie-to-me-renungan-23-januari-2014

Lie To Me

Ayat Emas
“Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya.”
(Ams. 12:22)

lie-to-me-renungan-23-januari-2014

Lie To me adalah sebuah serial televisi yang tayang perdana di Amerika, dan sudah masuk ke Indonesia juga. Film itu menceritakan seorang psikolog jenius yang memiliki kemampuan untuk mengartikan ekspresi-ekspresi mikro yang dilakukan seseorang. Entah itu kedipan mata, tarikan nafas, bahasa tubuh, dsb. Psikolog ini sering dimintai bantuan oleh pihak kepolisian atau penyelidik swasta untuk mencari tahu kebenaran dari seorang tersangka kejahatan. Banyak penjahat yang akhirnya ketahuan karena analisis sang psikolog.

Berbohong adalah suatu penyakit yang tidak ada obatnya. Karena itu berasal dari diri sendiri. Kebohongan demi kebohongan akan membuat itu menjadi kebiasaan dan kemudian menjadi karakter. Kita akan tumbuh besar jadi seorang penipu yang tidak bisa dipercaya. Tidak ada orang yang mau berurusan dengan penipu. Bayangkanlah, masa depan seperti apa yang dimiliki seorang penipu.

Jangan lari dari kenyataan dengan berbohong. Milikilah sikap seorang pahlawan dan bukan seorang pecundang. Berani berbuat, berani mempertanggungjawabkan. Lebih baik dihukum dengan kepala tegak, daripada menyelinap diam-diam dengan kepala tertunduk. Tidak ada kebanggaannya.

Sifat seorang pemenang kehidupan dimulai dari menolak kebohongan. Berani berbuat, berani bertanggung jawab.
Doaku:
“Roh Kudus, proses aku untuk menjadi seorang pemenang sejati dalam hidup ini. Tolong aku untuk menolak kebohongan dalam hidupku. Amin.”
Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *