christmas-time-renungan-25-desember-2013

Christmas Time

Ayat Emas
“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.”
(Yes.7:14)
Bacaan: Matius 2:1-6

christmas-time-renungan-25-desember-2013

Jangan lupa,…siapkan hati, untuk selalu mengampuni. Selamat Hari Natal, Tuhan Yesus yang mendamaikanmu,” bunyi SMS di ponsel Gita.

Gita senang menerima SMS dari Angel, sahabat baiknya, yang sekarang tinggal di Nangroe, Aceh. Mereka berpisah sejak 5 tahun lalu, karena Papa Angel bertugas di sana. Meski demikian, mereka masih rajin berhubungan lewat telepon, SMS atau sesekali lewat jejaring sosial.

Gita senang sekali dengan bunyi ucapan Natal dari Angel, karena memang benar, makna Natal sesungguhnya adalah perdamaian. Jika Tuhan Yesus tak lahir ke dunia, maka tak ada lagi jalan keselamatan buat manusia.

Kerygmers, nubuatan tentang kelahiran Tuhan Yesus, telah jauh-jauh hari diberitakan pada manusia, melalui para nabi-Nya. Tapi sayangnya, manusia tak mudah percaya akan firman dan kehendak-Nya. Yang ada malahan pemberontakan dan juga usaha untuk mempermuliakan diri sendiri.

Kelahiran Tuhan Yesus adalah wujud kasih Tuhan, bagi kita. Dia yang kudus rela menjadi perantara perdamaian antara manusia dan Allah. Kelahiran-Nya seharusnya mengingatkan kita, bahwa apa yang difirmankan-Nya selalu benar dan nyata.

Yuk, sekarang saatnya memenangkan hatimu, untuk menerima pendamaian ini dalam Bayi Yesus Kristus, yang lahir di kandang hina. Kesederhanaan-Nya semoga selalu mengingatkan bahwa kita sebenarnya tidak ada artinya di hadapan-Nya, tapi Dia rela memberikan hidup-Nya untuk menghampiri kita dan menawarkan keselamatan itu.

Selamat Natal! Selamat menjadi juru damai di sekitar kita.

NATAL adalah sebuah kasih nyata, rangkaian awal usaha penyelamatan manusia
Doaku:
“Tuhan Yesus, terimakasih, untuk kebesaran kasih-Mu. Kelahiran-Mu sungguh telah membawa perdamaian antara manusia dan Allah. Amin.”
Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *