his-name-is-Jesus-renungan-16-november-2013

His Name is Jesus

Ayat Emas
“Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.”
(Yak. 1: 21)

his-name-is-Jesus-renungan-16-november-2013

Waktu masih SD, Daniel sering mendengar cerita tentang Malin Kundang. Seorang anak yang durhaka kepada ibunya, karena tidak mau mengakui ibunya, saat ia sudah menjadi orang yang berhasil.

Malin Kundang malu mengakui sang ibu, yang tua dan miskin. Karena ia malu mengakui ibunya, akhirnya ia pun dikutuk menjadi batu. Mengapa ia harus malu mengakui ibunya? Padahal ibunyalah yang berusaha keras untuk membesarkan dirinya.

Daniel pun belajar satu hal, bahwa ia tidak boleh malu mengakui pribadi yang berarti dalam hidupnya. Tidak hanya papa dan mamanya, Daniel pun bertekad tidak akan malu mengakui Yesus sebagai Tuhannya. Ia tahu bahwa Firman yang telah menjadi manusia itu, berkuasa menyelamatkan jiwanya. Mengapa ia harus malu mengakui Yesus sebagai Tuhannya?

Kerygmers, mungkin kalian pernah merasa malu memperkenalkan Kristus pada orang lain? Malu untuk menyebut nama Tuhan Yesus? Malu untuk berdoa, saat kita sedang makan di tempat umum? Ingat kisah Malin Kundang…jangan menjadi anak-anak durhaka. Nyatakanlah kepada dunia ini, bahwa nama-Nya adalah Yesus, Pribadi yang sanggup menyelamatkan semua orang.

Akui Dia dalam hidupmu, agar kesejahteraan diam atasmu
Doaku:
“Tuhan Yesus, tolonglah aku untuk tidak malu mengakui Engkau sebagai Tuhan dan Juru selamatku, di manapun aku berada. Sertai aku ya, Tuhan, agar aku setia pada-Mu. Amin.”
Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *