berkat-anak-cucu-renungan-29-agustus-2013

Berkat Anak Cucu

Ayat Emas
“Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kujauhkan dari padanya dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan-Ku.”
(Mzm. 89:34)

berkat-anak-cucu-renungan-29-agustus-2013

Suatu hari, sebuah percakapan seru terjadi. “Lho, katanya keluargamu kaya tujuh turunan, trus kenapa kamu mengemis ?” tanya seorang kawan. “Ya, mau gimana lagi,… aku keturunan ke delapan!” sahut pengemis itu dengan nada menyesali.

Dari kisah di atas, kita dapat menyimpulkan, bahwa ternyata berkat manusia bisa terbatas dan habis. Berapa pun banyaknya warisan yang kita dapatkan dari orangtua kita, bisa saja habis seiring berjalannya waktu. Namun harta atau berkat dari Tuhan, akan bertahan selama-lamanya.

Raja Daud menuliskan berkat-berkat dari Tuhan itu sebagai suatu pengharapan akan masa depan. Kesetiaan Tuhan atas manusia tak akan lekang oleh waktu dan hilang oleh zaman. Bahkan Daud menggambarkan bahwa berkat-berkat Tuhan tak akan habis hingga anak dan cucu kita. Artinya, Tuhan menjamin masa depan orang-orang yang berharap kepada-Nya.

Apa yang kamu khawatirkan akhir-akhir ini? Masa depanmu, cita-citamu, mimpi-mimpi, dan harapan-harapanmu? Janganlah ketakutanmu itu, membutakan berkat dan jaminan Tuhan atas hidupmu. Tetaplah percaya dan berharap pada-Nya. Jadikanlah Tuhan sandaran hidupmu satu-satunya, maka jaminan kekal yang Dia janjikan terbit atasmu.

Berkat dari manusia terbatas, namun berkat dari-Nya tiada terbatas
Doaku:
“Tuhan Yesus, ampuni aku juga aku sering khawatir akan masa depanku. Tolong aku untuk mempercayakan hidupku kepada-Mu. Amin.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>