“Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?”
(Mzm.139:7)

Waktu kecil permainan petak umpet menjadi permainan favorit setiap anak. Anak yang bertugas sebagai penjaga dalam permainan ini akan mencari teman-temannya yang sedang bersembunyi. Ada anak yang tidak bisa ditemukan, namun ada juga anak yang sangat cepat ditemukan.
Manusia memang bisa bersembunyi dari manusia lainnya. Manusia tak akan bisa mengetahui dengan tepat dan jelas di mana teman yang lain, saat mereka bersembunyi. Mata manusia terbatas untuk melihat yang tersembunyi. Namun, jangan sekali-sekali bermain petak umpet bersama dengan Allah, karena kita pasti langsung kalah telak.
Pemazmur menggambarkan hal ini dengan ekspresi hiperbola yang bermakna dalam, “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau.”
Manusia tidak mempunyai tempat untuk bersembunyi dari Allah. Dia adalah Allah yang Mahahadir dan tak terbatas ruang dan waktu. Apapun yang kita lakukan, yang kita pikirkan, yang kita rasakan, dan di mana pun kita berada Ia tahu. Oleh sebab itu, Kerymers, kita harus sadar akan kehadiran-Nya, sehingga kita tidak sembarangan dalam bertindak, berpikir, dan berbicara, sekalipun itu dilakukan di dalam hati saja. Ingatlah, Tuhan Yesus mengetahui semuanya.
“Tuhan Yesus, aku sadar penuh akan kehadiran-Mu, yang tak terbatas. Ajar aku untuk menghormati-Mu, Amin.”










Comments
Tell us what do you think.
There are no comments on this entry.