rachel-beckwith-teenz-hero-maret-2014

Rachel Beckwith

rachel-beckwith-teenz-hero-maret-2014

Keluarga dan teman-temannya, mengingat Rachel Beckwith, sebagai seorang anak yang sangat peduli dan murah hati, yang ingin menolong orang lain. Sebelum ulang tahunnya tanggal 12 Juni, Beckwith mengatakan kepada orang-orang yang dikasihinya, bahwa dia hanya ingin hadiah dalam bentuk donasi, yang dibuat oleh Charity Water, sebuah badan yang membantu kebersihan air di salah satu desa di Afrika. Dia lalu mengumpulkan donasi $300 (sekitar Rp 2.914.500,- jika kurs 1$= Rp 9.715,-) sebagai hadiah ulang tahunnya. Anak umur 9 tahun itu berhasil mengumpulkan uang tersebut, tapi tidak berkesempatan untuk melihat hasilnya.

Di dalam websitenya Beckwith menulis, “Saya tahu bahwa jutaan orang yang tidak bisa hidup sampai di usia 5 tahun mereka. Karena apa? Karena mereka tidak punya akses yang bersih, air yang aman untuk dikonsumsi. Jadi saya ingin merayakan ulang tahun saya tidak seperti sebelumnya. Saya meminta kepada semua orang yang saya tahu, untuk mendonasi hal ini daripada memberikan saya hadiah. Setiap penny (jumlah satuan terkecil dalam dolar) akan langsung disumbangkan kepada badan pengelola air sehat.”

Beckwith meninggal saat kecelakaan mobil di Bellevue, Washington. Saat mendengarkan kisah ini, banyak orang yang mulai tergerak mengeluarkan uang dari kantong mereka, dan mendonasikannya kepada yayasan melalui halaman internet yang dibuat anak ini, yaitu mycharitywater.org/rachel9thbirthday. Sebanyak 17.317 orang mendonasikan uang mereka dan jumlah sumbangan yang terkumpul mencapai $593.819 atau sekitar Rp 5.768.951.585,-).

Menurut The Times, Beckwith berhasil mengumpulkan $220 pada tanggal lahirnya dan menutup halaman mendonasikan itu. Tapi kemudian Ryan Meeks, pendeta di gerejanya membuka kembali untuk menolong gadis itu mencapai maksudnya yaitu $300. The Times melaporkan sumbangan itu 1000 kali lipat dari yang diinginkan Beckwith.

Ibu Beckwith, Samantha, memposting tentang sumbangan orang-orang tersebut dan dia yakin Beckwith tersenyum melihatnya. Kontributor juga diperbolehkan mengirim pesan di dalam website tersebut. Seorang wanita menulis, “Beckwith, kau adalah malaikat kecil yang menyentuh banyak jiwa daripada yang dapat dibayangkan.” Menurut The Lookout, Beckwith ditopang mesin setelah kecelakaan naas itu, saat ini gerejanya berjuang menolong keluarganya untuk membayar tagihan rumah sakit.

Kehidupan yang begitu singkat dari seorang anak, namun di usia 9 tahun itu dia sudah menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan bekerja dalam segala cara untuk mengajarkan kita tentang tujuan hidup ini. Di dalam kisah ini, kita diajarkan bahwa yang terpenting bukanlah berapa lama kita hidup, namun berapa banyak kita bisa berbuah, itulah yang terpenting. Berbuahlah, berbuahlah lebat.

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *