teenz-hero-penggagas-keperawatan-modern-florence-nightingale

Penggagas Keperawatan Modern: Florence Nightingale

teenz-hero-penggagas-keperawatan-modern-florence-nightingale

Dunia keperawatan tidak bisa terlepas dari nama Florence Nightingale. Ia dianggap sebagai pendiri keperawatan modern, reforman rumah sakit dan inovator kesehatan masyarakat.

Florence Nightingale lahir di Florence (Firenze), Italia pada 12 Mei 1820. Namun dibesarkan di sebuah pedesaan di Derbyshire, Inggris. Keterlibatannya dalam dalam dunia medis tidak terlepas dari rasa percaya dirinya, bahwa Tuhan memanggil dirinya untuk melakukan tugas panggilan-Nya dalam dunia keperawatan. “Tuhan berbicara padaku dan memanggilku untuk melayani-Nya,” demikian ditegaskannya sesaat menjelang ulang tahunnya ke 17 tahun (7 Februari 1837).

Setelah selesai studinya untuk belajar mengenai sistem rumah sakit di kawasan Eropa, tahun 1853, ia mengorganisir Institution for the Care of Sick Gentlewomen di Harley Street, London. Di sana ia mendapatkan pengalaman berharga dalam bidang administrasi rumah sakit. Di tahun yang sama (1853), ketika Rusia menginvasi Turki dan menyatakan perang Crimea (1854-1856), Sekretaris Perang Inggris, Sidney Herbert –karena melihat kesuksesan Nightingale di Harley Street– memintanya untuk melakukan misi keperawatan di semenanjung Crimea, Rusia.

Nightingale bersama 38 perawat lain akhirnya pergi ke Uskudar (sekarang bagian Istambul), dan menemukan 5.000 tentara Inggris berada di bangunan yang bobrok dan kotor. Selain kekurangan tenaga medis, banyak peralatan yang dibutuhkan juga tidak tersedia. Atas saran Nightingale, para perawat lalu membersihkan dan mensterilkan barak yang yang dipenuhi kutu. Setiap malam, dengan cahaya lentera, “Gadis dengan Lampu/Bidadari Berlampu” (The Lady With The Lamp) mengakhiri hari kerjanya selama 20 jam dengan menginspeksi sendiri setiap bangsal. Dalam beberapa bulan, korban infeksi menurun dari 42% menjadi 2,2%.

Setelah masa perang usai, tahun 1857, Nightingale kembali ke Inggris sebagai pahlawan nasional wanita. Ia lalu melanjutkan penelitian ilmiah pertamanya tentang kondisi kebersihan dan kesehatan tentara dalam masa damai. Bukunya, Notes of Matters affecting the Health, Efficiency and Hospital Administration of the British Army menjadi acuan standar kerja. Setahap demi setahap Nightingale memperluas bidang kerjanya, melibatkan rumah sakit sipil dan kesehatan masyarakat.

Tahun 1860, dengan dana dari donatur, Nightingale mendirikan Nightingale School of Nursing di Rumah Sakit St. Thomas, program keperawatan profesional pertama di dunia. Sebelumnya, keperawatan dianggap sebagai pekerjaan rendah, yang dilakukan orang-orang yang tidak terlatih, sehingga banyak diragukan kualitasnya. Dengan menetapkan standar yang ketat, kini keperawatan juga termasuk dalam profesi medis. Metode keperawatan Nightingale tertuang dalam bukunya Notes on Nursing (Catatan tentang Keperawatan). Buku setebal 136 halaman ini menjadi buku acuan pada kurikulum di sekolah Florence dan sekolah keperawatan lainnya. Buku ini juga menjadi populer di kalangan orang awam dan terjual jutaan eksemplar di seluruh dunia, yang menjadi buku teks pertama keperawatan. Atas jasanya, didirikanlah Monumen Crimea di Waterloo Place London tahun 1915, setelah kematiannya pada 13 Agustus 1910. Sebelumnya, tahun 1907, di usianya ke 87 tahun, Nightingale dinobatkan sebagai wanita pertama yang menerima bintang jasa Order of Merit dari kerajaan Inggris.

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *