open-mind-juni-2015

SEORANG GADIS DAN SEPREI KUSUTNYA

Alkisah, tinggallah seorang ibu, yang memiliki anak perempuan yang pemarah. Sang putri suka sekali mengeluh tentang hampir semua hal di sekitarnya. Maka, pada suatu hari, ibu itu memutuskan untuk mengusutkan seprei tempat tidur putrinya, lalu membiarkan begitu saja.

Ketika gadis itu pulang dari sekolah, dia kesal sekali melihat tempat tidurnya berantakan. Dia pun menemui ibunya dan bertanya siapa yang membuat tempat tidurnya seperti itu. “Ibu,” kata ibunya. “Sekarang, rapikan sepreimu.” Dia menurut.

Hari berikutnya si ibu melakukan hal yang sama, dan ketika gadis itu pulang dari sekolah dan melihat tempat tidurnya, dia tahu itu perbuatan ibunya lagi.

Keesokan harinya hal yang sama terjadi lagi dan lagi. Mulailah anak gadis ini menjadi sangat penasaran. Dia pergi menemui ibunya dan bertanya, “Mengapa ibu mengacak-acak tempat tidurku?”

“Putriku, mengapa kau membenci tempat tidur yang kusut itu?” ucap ibunya balik bertanya pada anak gadisnya.

“Berantakan, Bu. Kamarku jadi kelihatan tidak rapi dan kacau,” jawab si anak.

“Nah,” kata si ibu, “persis seperti seprei kusut itulah parasmu, setiap kali kamu merengut dan mengeluh. Wajah cantikmu berubah jadi seperti tempat tidurmu yang berantakan. Hilang semua keelokannya!” demikian nasihat bijak si ibu. “Tetapi kalau kamu memutuskan untuk berhenti merengut dan mengeluh dan mulai tersenyum lagi, wajahmu akan kembali secantik tempat tidurmu yang apik dan sepreimu yang rapi!”

Coba bertanyalah pada diri kamu sendiri. Apakah kamu suka membawa-bawa seprei kusut di wajahmu? Apakah orang suka melihat seprei yang kusut atau yang rapi di wajahmu? Sudahkah wajahmu kehilangan kecantikannya hanya karena kamu memutuskan untuk mengacak-acaknya dan berhenti tersenyum? Sejelek apa kelihatannya semua seprei kusutmu? Hanya kamu sendiri yang mampu menjawabnya.

(unname)

Photo Credit: http://familyllb.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *