open-mind-desember-2015-sandal-kulit

SANDAL KULIT

Seorang Maharaja akan berkeliling ke seluruh bagian negerinya, untuk melihat keadaan rakyatnya. Ia memutuskan untuk berjalan kaki saja. Baru beberapa meter berjalan di luar istana, kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berpikir, “Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali. Aku harus memperbaikinya.”

Lantas, sang Maharaja memanggil seluruh menteri istana. Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi yang terbaik. Segera saja para menteri dalam istana itu melakukan segala persiapan. Mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri dalam jumlah yang sangat banyak.

Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pertapa menghadap Maharaja. Ia berkata pada sang Maharaja, “Wahai Paduka, mengapa Paduka hendak memakai sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan di negeri ini? Padahal sesungguhnya yang Paduka perlukan hanyalah dua potong kecil kulit sapi, untuk melapisi telapak kaki Paduka saja.” Konon sejak saat itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki, yang kita sebut “Sandal. “

Apa pelajaran yang berharga dari cerita itu. Ternyata untuk membuat dunia menjadi tempat yang nyaman bagi hidup kita, terkadang kita harus mengubah cara pandang kita, hati kita, dan diri kita sendiri. Bukan dengan jalan mengubah dunia itu atau bahkan malah menyesali takdir yang telah terjadi dalam kehidupannya.

Karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia. Dunia, dalam pikiran kita, kadang hanyalah suatu bentuk personal. Dunia, kita artikan sebagai milik kita sendiri, yang pemainnya adalah kita sendiri. Tak ada orang lain yang terlibat di sana, sebab seringkali dalam pandangan kita, dunia adalah bayangan diri kita sendiri.

Ya, memang, jalan kehidupan yang kita tempuh masih terjal dan berbatu. Manakah yang kita pilih, melapisi setiap jalan itu dengan permadani berbulu agar kita tak pernah merasakan sakit, atau melapisi hati kita dengan kulit pelapis, agar kita dapat bertahan melalui jalan-jalan itu? Tentu saja, hanya dengan mengandalkan Yesus Kristus, kita bisa memperoleh hikmat dalam hidup ini.

Photo Credit: https://www.visitgreece.gr

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *