open-mind-februari-2015

KOPI ALLAH

Sekelompok alumnus yang sudah berhasil dalam karirnya datang bersama mengunjungi mantan dosen, di kampusnya. Tiba-tiba percakapan berubah menjadi sesi curhat, mengeluhkan beratnya kehidupan dan pekerjaan.

Seraya menawarkan kopi pada tamu-tamunya, sang profesor pergi ke dapur dan kembali membawa satu cerek kopi dan berbagai macam cangkir: porselen, plastik, kaca, kristal, beberapa terlihat biasa, beberapa mewah, dan menyuruh mereka mengambil sendiri.

Saat semua orang mendapat cangkirnya masing-masing, profesor berujar, “Jika kalian amati, semua cangkir yang mewah sudah kalian pakai, dan menyisakan cangkir yang biasa dan murah. Memang itu normal bila kita hanya menginginkan yang terbaik untuk diri sendiri, itulah yang jadi pusat masalah dan tekanan.

“Pastikan bahwa cangkir itu tidak mempengaruhi rasa atau kualitas kopi. Seringkali cangkirnya lebih mahal dan bahkan ada yang dilengkapi dengan penutup untuk melindungi apa yang kita minum. “Sebenarnya apa yang kalian butuhkan adalah kopinya, namun kalian juga dengan sadar memilih cangkir yang terbaik. Dan kalian mulai membandingkan cangkirmu dan dengan cangkir yang lain.”

“Jadi sekarang, renungkan ini: Hidupmu adalah kopinya; pekerjaan, uang, dan status sosial adalah cangkir-cangkirnya. Mereka hanyalah alat untuk menampung dan mengisi kehidupan, dan macam cangkir yang kita punya tidak menentukan atau mengubah kualitas hidup yang kita jalani. Kadang kala saat kita terpusat hanya pada cangkir, kita gagal menikmati kopi yang Allah sediakan bagi kita.”

Tuhanlah yang menyeduhkan kopi, bukan cangkirnya… jadi nikmati kopimu! Orang yang paling bahagia bukanlah orang yang mempunyai segala hal yang terbaik. Namun mereka menikmati dengan baik, segala sesuatu yang mereka punya. Hidup itu sederhana, isi dengan kebaikan cintakasih, kepedulian, ucapan-ucapan yang bermakna dan menyerahkan segala kecemasan kita pada Tuhan.

(http://www.rogerknapp.com/inspire/godcoffee.htm)

Photo Credit: https://upload.wikimedia.org

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *