open-mind-maret-2015-kentang-busuk

KENTANG BUSUK

Suatu kali diadakan retret sekolah di sebuah villa. Karena bertujuan untuk pembinaan, maka retret itu diadakan selama sepekan, saat libur sekolah. Saat acara retret sekolah berlangsung, Ibu Guru mengadakan permainan. Setiap anak diminta membawa kantong plastik transparan atau karung bekas tempat beras satu buah dan kentang.

Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang mereka benci. Sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa, tergantung jumlah orang yang mereka benci.

Pada hari yang disepakati masing-masing anak membawa kentang dalam kantong plastik atau karung beras. Ada yang membawa 2 kentang, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang di beri nama sesuai nama orang yang mereka benci.

Aturan permainan itu, setiap anak harus membawa kantong plastik atau karung beras berisi kentang itu, ke mana pun mereka pergi, selama kegiatan retret berlangsung. Bahkan ke toilet sekalipun, mereka harus membawa kentang-kentang tersebut. Hari berganti hari, kentang-kentang itu pun mulai membusuk, anak-anak mulai mengeluh, apalagi yang membawa lebih dari 5 buah kentang, selain berat baunya pun juga tidak sedap.

Pada hari terakhir retret, anak-anak merasa lega, karena penderitaan mereka akan segera berakhir.
“Bagaimana rasanya membawa kentang selama satu minggu?” tanya Bu Guru.

Keluarlah keluhan dari para peserta retret tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke mana pun mereka pergi.

Guru pun menjelaskan apa arti dari permainan yang mereka lakukan. “Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa, apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk ke mana pun kita pergi. Itu hanya satu minggu, bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup kita? Alangkah tidak nyamannya…”

Kasih itu memaafkan…..Kasih itu tidak pernah dendam, tidak menyimpan kesalahan orang lain. Kasih itu memaafkan. Bukan hanya 3x dan juga bukan hanya 7x tapi 77 x 7 x di dalam sehari.

Photo Credit: http://www.agrocentral.co

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *