open-mind-agustus-2016

HARI PALING PENTING UNTUK ANAK RAJAWALI

Dalam sangkar, anak-anak burung rajawali menyimak baik-baik setiap patah kata yang diucapkan induknya, tentang kesuksesannya.

Ini adalah hari yang sangat penting untuk mereka. Mereka sedang bersiap-siap untuk terbang pertama kalinya dari sangkar. Dan mereka perlu membangun keyakinan untuk menyongsong masa depan mereka sebagai burung rajawali dewasa.

“Sejauh manakah aku boleh terbang?” tanya salah satu anak rajawali.

“Sejauh manakah pandanganmu?” balas induk rajawali.

“Setinggi apa aku boleh terbang?” tanya anak yang lain bingung.

“Selebar manakah kau merentangkan sayapmu?” jawab rajawali tua.

“Selama apa aku bisa terbang?” desak si kecil.

“Sejauh apakah cakrawala?” timpal si induk.

“Sebanyak apa aku harus bermimpi?” tanya anak rajawali.

“Sebanyak apa kau bisa bermimpi?” senyum si rajawali tua dan bijaksana.

“Sebanyak apa yang bisa kuraih?” lanjut si anak.

“Sebanyak apa yang kau bisa percaya?” tantang si induk.

Frustasi karena merasa diolok-olok, si kecil bertanya, “Mengapa kau tidak menjawab pertanyaanku?”

“Sudah.” Jawab rajawali yang tua.

“Iya, tapi kau menjawabnya dengan pertanyaan-pertanyaan.” Si anakpun merasa tidak puas.

“Aku menjawab semua yang aku bisa,” balas rajawali yang bijak itu dengan lembut.

“Tapi, kau kan rajawali dewasa. Seharusnya kau tau semuanya. Kalau kau saja tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, lalu siapa yang bisa?” balas si anak, dengan nada meninggi.

“Kamu.” Dengan memandang tepat ke mata anaknya, Rajawali tua itu meyakinkannya lagi.

“Aku? Kenapa?” tanya anak rajawali bingung.

“Tidak ada yang dapat memberi tahumu setinggi apa kau dapat terbang atau sebanyak apa kau harus bermimpi. Karena itu berbeda untuk setiap rajawali. Hanya Allah dan kau yang tahu sejauh mana kau dapat pergi. Tidak seorang pun di dunia ini yang tahu apa kelebihanmu dan apa yang ada dalam hatimu. Kamu sendiri yang akan menjawabnya. Satu-satunya hal yang mengukurmu adalah batas imajinasimu. Si anak rajawali bingung dan bertanya, “Lalu, apakah yang harus kulakukan?”

“Pandanglah cakrawala, rentangkan sayapmu dan terbanglah.”

(By Tom Reilly-sumber internet)

Photo Credit: http://www.matapelajaran.org

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *