open-mind-maret-2017

BELAJAR DARI LANDAK

Pada musim salju yang amat dingin, banyak binatang yang tidak bisa bertahan dengan suhu yang terlalu rendah. Sebagian dari mereka bahkan mati, akibat cuaca ekstrim ini. Hal yang sama juga dirasakan oleh sekelompok landak. Mereka tinggal secara berkelompok dalam sebuah gua, demi mencari kehangatan. Akhirnya, para landak memutuskan untuk mendekatkan diri untuk menghalau hawa dingin yang menusuk. Tapi yang terjadi adalah mereka saling melukai, karena duri-duri yang tajam pada tubuh mereka.

Oleh sebab itu mereka memutuskan untuk menjaga jarak, agar tidak lagi terluka oleh duri tersebut. Akibatnya adalah sekelompok landak yang merasakan sangat kedinginan, bahkan hampir mati. Sehingga mereka bimbang untuk memilih antara terluka karena duri atau mati kedinginan.

Akhirnya, dengan bijaksana mereka memutuskan untuk berkumpul dan berdekatan kembali. Mereka pun belajar untuk hidup dengan luka-luka kecil karena saling berdekatan, agar tetap merasa hangat. Cara ini yang kemudian membuat mereka selamat dan bisa bertahan hidup, melewati musim dingin yang ekstrim tersebut.

Kisah landak ini mengajarkan pada kita, bahwa hubungan sempurna yang dijalin dalam sebuah kehidupan adalah sebuah hubungan di mana semua individu belajar hidup dengan ketidaksempurnaan orang lain. Melalui kisah ini kita juga diingatkan untuk menerima dan menghormati kehangatan yang diberikan oleh orang-orang terdekat. Sehingga hidup akan terasa lebih bermakna dan membuat kita bisa bertahan hidup sekalipun dalam situasi terpuruk.

Selain itu, ingatlah bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan paling aman, ceritakanlah segala hal kekhawatiran tentang apapun juga dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Sebab Dia rindu untuk mendengarkanmu. Seperti yang tertulis dalam Mazmur 91:2, “Tuhan, tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” Allah mungkin tidak menjanjikan hidup tanpa badai, tetapi Dia berjanji akan menolong kita melewatinya.

(dari berbagai sumber)

Photo Credit: http://kisah-motivasi.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *