tyo-widiyatmoko-teenz-idol-november-2014

Tyo Widiyatmoko: BEKERJA DENGAN KESUNGGUHAN HATI

Bekerja di belakang layar, tidak dikenal tapi berusaha keras agar talent yang dibimbingnya menjadi orang-orang yang terkenal. Tyo Widiyatmoko, yang akrab disapa dengan Tyo, adalah salah satu orang yang bekerja dalam bidang tersebut.

Sebagian orang menyebut pekerjaan yang digeluti Tyo ini adalah Management Artist, tapi Tyo lebih senang menyebut dirinya sebagai Talent Management, karena bidang yang ditanganinya tidak hanya pada satu talenta saja, yaitu dunia keartisan, tapi dari beragam bidang talenta.

biodata-tyo-widiyatmoko

Sekitar 2006 yang lalu, Tyo mulai menggeluti talent management, bersama Imelda Fransisca. Talent yang dibimbingnya berasal dari beragam latar belakang, mulai dari penyanyi, artis, public speaking juga olahragawan, seperti Adika Priatama (penyanyi), Charles Bonar Sirait (public speaking), Christian Bautista (artis, penyanyi), Denny Sumargo (artis, olahragawan basket), Imelda Fransisca (artis, public speaking) dan Sisi Hapsari (penyanyi).

Pekerjaan yang digeluti Tyo tidak hanya berkisar tentang bagaimana mengatur jadwal bagi para talent-nya, mempromosikan mereka, tapi juga menumbuhkan karakter yang baik bagi setiap talent yang bekerja sama dengannya.

Menumbuhkan karakter yang baik dari para talent menurut Tyo, bisa melalui pembelajaran secara pribadi, apa yang mereka baca, apa yang mereka tonton di TV, juga hubungan yang baik dengan Tuhan. jika hubungan dengan Tuhan baik, maka apa yang mereka keluarkan melalui talent mereka juga bagus.

“Kami biasanya saling mengingatkan, jika ada talent yang berkelakuan buruk. Karena kita adalah keluarga bagi mereka,” ujar Tyo, yang dulu bercita-cita menjadi insinyur pertanian ini.

Tidak sedikit suka duka yang dialami Tyo, selama menjadi talent management. Menurut dia, hal yang paling menyedihkan adalah saat talent yang dipromosikannya, baik pada TV, production house atau lainnya, ditolak. “Terkadang juga sedih sekali saat menerima kritikan yang tajam karena talent kita tidak bisa melakukan performa yang kurang bagus. Tapi sukacitanya juga banyak, karena kita bisa travelling ke banyak tempat dan gratis!”

Meski pada awalnya Tyo kurang mendapat persetujuan dari orang-tuanya karena bekerja sebagai talent management, namun berkat kerja kerasnya ia dapat membuktikan bahwa apa yang dilakukannya tersebut juga bisa memberkati banyak orang, pada akhirnya orang-tuanya merestui.

“Ya, memang bekerja di dunia showbiz atau intertaimen ini tidak mudah. Banyak godaan untuk terjerumus hal-hal yang negatif. Inilah perlunya kita membentengi diri dengan Firman Tuhan. Saya selalu berpegang pada 1 Kor. 15:33, Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Kita punya banyak teman baik, tapi gak semua orang baik itu benar. Bersyukur, talent yang saya tangani adalah orang-orang yang baik dan benar!”

Tyo mendorong anak-anak Indonesia untuk tidak takut mengembangkan bakat mereka. Bahkan ia mendorong anak-anak muda untuk berani bermimpi. “Jangan takut bermimpi, siapapun kalian, dari manapun asal kalian, asal apa yang kalian impikan itu adalah hal-hal positif.”

Lantas Tyo menambahkan, jika kita belum bisa bermimpi, ada baiknya kita juga mulai mengembangkan bakat yang ada dalam diri kita. “Mungkin saja melalui bakat yang kita kembangkan, itu akan menjadi mimpi besar kita kelak,” ucap penggemar Oprah Winfrey ini tegas.

Menurut Tyo, untuk mewujudkan impian itu, uang bukan segalanya, tapi semangat yang tinggi dan doa, akan menjadi bekal untuk mencapai impian tersebut. “Bermimpi, berdoa pada Tuhan, mau terus belajar sampai mimpi itu terwujud. Tentu saja lingkungan tempat kita bergaul akan sangat berpengaruh. Berkomunitaslah dengan orang-orang yang memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan yang baik, agar kitapun terdorong untuk lebih mengasihi Tuhan Yesus!”

By: Ayik

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *