teenz-idol-mei-2016

REGINA IVANOVA : TAK GENTAR, MESKI COBAAN MENGHADANG!

idol1

Jauh sebelum menjadi juara Indonesian Idol 2012, Regina Ivanova Polapa (29) menjalani pahit getir kehidupan sebagai seorang penyanyi. Perempuan bersuara emas ini pun membagi kisahnya soal bertahan dan menjalani hidup dari passion yang ia miliki.

Berdarah Ambon dan Gorontalo, Regina terlahir dari pasangan Yovanka Helen Loupatty dan Ismeth Yusuf Polapa. Di rumah biasa dipanggil Ina. Sedangkan teman-temannya memanggil Gina.

Gina lahir di Jakarta, 4 Desember 1985. Anak pertama dari dua bersaudara. Saat itu papanya bekerja di perusahaan asing sebagai manajer akuntan. Sedangkan mamanya menjadi ibu rumah tangga.

Orang tua Gina menyadari hobinya bernyanyi sejak berusia 2,5 tahun. Gina ingat, saat ada acara keluarga di rumah dan berkaraoke, ia pasti ikut-ikutan menyanyikan lagu-lagunya Mariah Carey dan Whitney Houston. Meskipun Bahasa Inggrisnya masih “bahasa ikan”, menurut mamanya, ia bernyanyi tanpa nada sumbang. Padahal ia tidak pernah belajar vokal. Semua otodidak saja.

“Semua lagu sering aku dengar dan nyanyikan tanpa pandang bulu. Aku juga suka lagu anak-anak. Bakat ini mengalir dengan alami,” ucap Gina. Maklum, dua kakak mamanya, Tante Loli dan almarhumah Mama Li adalah penyanyi kafe. Jadi ketika sedang kumpul keluarga besar, agenda menyanyi sudah pasti ada.

Pernah suatu kali Gina mengikuti lomba menyanyi di mall. Awalnya ia enggan untuk ikut, tapi tantenya memaksa dan mengiming-imingi hadiah Rp 500 ribu yang digadang panitia lomba. Gina lantas menyanyikan lagu milik Whitney Houston berjudul Saving All My Love For You dan mendapatkan juara tiga. Ternyata meski menang, hadiah uang itu tak pernah ada. Ia hanya dapat piala yang bahkan entah disimpan di mana sekarang.

Bisa ditebak, saking sukanya menyanyi, Gina suka bersenandung di kelas. Beberapa teman memuji meski ia mencoba merendah. Tapi ketika mengambil nilai untuk pelajaran kesenian, mereka semua serentak diam mendengarkan suara Gina. Setelahnya, setiap ada acara sekolah Gina pasti diminta bernyanyi.

Namun kehidupan yang terasa sempurna dan bahagia itu mendadak musnah saat terjadi tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa papanya, saat itu usia Gina 9 tahun.

Hidup pun berubah drastis di tahun 1995 itu. Hari-hari Gina banyak dihabiskan di rumah sakit untuk menemani mamanya menjalani operasi kaki, kontrol ke dokter, dan terapi jalan. Puji Tuhan seluruh biaya pengobatan dan kebutuhan keluarga selama 10 tahun disantuni perusahaan asing tempat almarhum Papa bekerja.

Pada tahun 2000, akhirnya mamanya kembali menikah. Pekerjaan Papa tiri Gina kali ini tidak tetap. Ada kalanya mendapatkan uang atau sebaliknya. Melihat kondisi seperti itu, Gina cukup tahu diri dan tak menuntut untuk bisa melanjutkan kuliah. Ia pun mencoba-coba mencari uang tambahan dengan menyanyi di kafe.

Awalnya tentu saja Gina merasa grogi dan takut. Bahkan, sampai-sampai ia terus memegangi tangan tantenya, yang juga menyanyi di tempat itu. Ia tampil dalam jam session sebagai bintang tamu dan menyanyikan beragam lagu Top 40, mulai lagu MMMBop milik Hanson, Sometimes milik Britney Spears, Lovefool dari The Cardigans, dan Kiss Me dari Sixpence None the Richer. Begitu pun dengan lagu-lagu lama.

Lama-kelamaan, Gina pun mulai percaya diri. Soal hobi nyanyi jadi menghasilkan uang, kenapa tidak? Lalu dibantu tantenya, ia mulai membikin band sendiri. Uang honor menyanyi dipakai untuk kebutuhan sendiri. Bukannya apa-apa, saat itu ia tak mau lagi menyusahkan orangtua dengan minta uang jajan tambahan.

Sesekali ia juga membantu menambahkan keperluan keluarga di rumah. Lulus SMU, Gina mulai serius menjadi penyanyi kafe, sejak 2003. Setelah itu, band Top 40 yang ia miliki semakin berkembang. Ia juga membantu band lain yang butuh vokalis. Tapi jangan dikira, dengan nyanyi sana-sini bisa dapat uang banyak, ya. Menjadi penyanyi kafe berapa sih, honornya? Gina menyanyi dari pukul 22.00 hingga 03.00 dini hari hanya dibayar Rp 45 ribu. Tapi perlahan dari pengalaman nyanyi di kafe, honornya naik bertahap. Ia masih ingat betul jumlahnya masing-masing. Ada yang melompat jadi Rp 75 ribu. Sampai akhirnya bisa dibayar Rp 1,5 juta setiap menyanyi.

idol2

Bukan hal mudah untuk masuk ke Indonesia Idol bagi Gina. Audisi sebanyak tujuh kali, sempat membuat keluarganya kapok. “Jujur, waktu dia bilang ada Idol lagi saya neg. Tahun 2004 saya antara dari jam setengah 5 pagi berangkat dari rumah sampai malam itu. Gak keterima. Saya kapok sekali. Abis itu pesan sama dia kalau mau ikut lagi gak usah ajak Emaknya. Sampai yang terakhir itu saya juga gak ikut nemenin,” ujar Ivanka, Mama Regina

Namun siapa sangka, Perjuangan Regina selama 6 tahun berturut – turut dalam proses audisi Indonesian Idol sebelum akhirnya mendapat nomor urut 17619, mengantarkannya untuk berdiri di babak grand final dalam panggung Indonesian Idol.

Selama tiga bulan masa karantina, Gina mendapatkan banyak pengalaman. Tak banyak memang persiapan yang dilakukannya. Hanya mental yang menjadi perhatian Gina. Pasalnya, hingga kini krisis kepercayaan diri masih menjadi kendala Gina. “Lebih mempersiapkan mental. Vokal dan strategi panggung sudah disiapkan sejak awal di Idol. Me-mainset seolah-olah ini show aku, dan mengesampingkan kompetisi ini. Mentalnya dibikin ‘badak’ dulu”, ujar Gina.

Penampilan penyanyi yang dijuluki Adele-nya Indonesia ini, selalu memukau juri yang terdiri dari Anang Hermansyah, Ahmad Dhani, dan Agnes Monica, di panggung spektakuler Indonesian Idol, terutama saat ia membawakan lagu berjudul Someone Like You yang dipopulerkan oleh Adele.

Lagu dari mendiang Whitney Houston menjadi lagu favoritnya, yang ia bawakan dalam setiap kesempatan bernyanyinya. Hal ini terlihat pada saat babak grand final dimana ia membawakan lagu dari penyanyi kulit hitam ini yang berjudul I’m Every Woman, yang mengantarkannya menjadi pemenang.

“Puji Tuhan, bersyukur banget, banget, banget! Hadiahnya bisa digunakan untuk keluarga. Seneng banget. Ya Tuhan, masih seperti mimpi. Tulangku serasa gak ada, lemes waktu dengar nama saya yang disebut,” ucap Gina dengan haru. Satu mobil Toyota Yaris, uang tabungan Rp 100 juta, asuransi jiwa senilai Rp 1 miliar, dan reksadana sebesar Rp 50 juta yang menjadi haknya untuk dibawa pulang sebagai hadiah, karena telah menjuarai ajang itu memang sangat berarti bagi perempuan yang lahir dan besar di sebuah keluarga sederhana tersebut. Tapi, di atas semua itu, keberhasilan tersebut telah membayar tuntas perjuangan panjangnya untuk bisa mengikuti Indonesian Idol serta kesulitan demi kesulitan yang dihadapinya. Tuhan tidak pernah gagal merancangkan hal terbaik bagi anak-anak-Nya. (dari berbagai sumber)

Photo Credit: http://m.cumicumi.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *