teenz-idol-april-2016

REGINA GUPITA PANGKEREGO: BERNYANYILAH DENGAN JUJUR!

idol1

Ditengah-tengah kesibukannya mempersiapkan diri, dalam pelayanannya melalui Sumatra Jazz Festival, Goes To Gospel 2014, bertempat di Convention Hall Hermes Place Polonia, Medan, Regina Gupita Pangkerego, yang akrab disapa Egi, berkenan meluangkan waktunya berbincang dengan Kerygma Teenz.

Hai, Regina, sibuk apa sekarang?
Puji Tuhan! Sedang skripsi dan persiapan album keempat nih. Dua hal itu sih yang cukup menghabiskan banyak waktu. Tapi kalau rutinitas ya masih aktif pelayanan.

Wow, album baru ya? Album yang bagaimana nih yang mau dikeluarkan?
Konsep album sih, sama seperti album sebelumnya, tetap ‘intimate’ worship, tapi sekarang lebih easy setiap lagunya. Arransemennya lebih ringanlah dari album sebelumnya.

Regina, apa sih sebenarnya tantangan saat mewartakan kasih Tuhan Yesus melalui pujian?
Tantangan terberatnya yaitu bagaimana pujian kita bisa jadi berkat buat setiap orang yang mendengarkannya. Dalam artian, saat mereka dengerin laguku, mereka yang putusasa bisa berpengharapan lagi, mereka yang terluka bisa dipulihkan, mereka yang hilang arah bisa menemukan lagi keselamatannya, dsb.

Suka dukanya, ketika orang beli album kita tapi bajakan/download illegal, he he he … di satu sisi sedih karena sebagai musisi/penyanyi saya juga rindu karya saya dihargai dengan cara membeli CD yang asli. Tapi di sisi lain, bagi mereka yang tinggal di pedesaan/daerah yang jauh dari kota dan hanya mampu beli yang bajakan atau download gratis, ya sulit juga sih…. Tapi intinya saya sudah bahagia ketika orang yang mendengarkan pujian saya merasa diberkati.

idol3

Tentang bagaimana menjadi jawaban generasi muda lewat musik, bagaimana menurutmu?
Karena saya penyanyi, pasti bentuknya untuk melayani generasi, ya, lewat pujian/lagu. Kita semua tahu bahwa pujian itu punya kuasa, Roh Kudus gak terbatas oleh apapun. Jadi yang bisa saya lakukan adalah bernyanyi sebaik mungkin, bernyanyi dengan jujur (kalau bicara teknis) dan hidup sebaik mungkin di mataTuhan. Kenapa? Karena apa yang kita nyanyikan itulah cerminan hati kita.

Kalau boleh cerita, sejak SMP dan awal mulai melayani Tuhan di sekolah, saya ikut paduan suara, atau menjadi solis. Setiap tahun semakin besar. SMA saya melayani Tuhan di gereja menjadi singer atau WL di ibadahpemuda. Entah mengapa dari dulu lebih senang menghabiskan waktu di gereja dari pada pergi bersama teman-teman sekolah. Otomatis kalau di gereja bergaulnya bersama teman-teman komsel yang se-DNA, dalam artian mereka tahu tentang kebenaran. Sampai saat ini saya tergabung dalam sebuah komsel. Saya terlalu percaya bahwa pergaulan/lingkungan yang buruk pasti merusak kebiasaan yang baik. Komunitas sangat penting di hidup saya. Komunitas yang baik akan menanamkan nilai-nilai baik, begitu pun sebaliknya. Itu yang menjadi ‘fondasi’ saya selama ini. Saya butuh berdoa dan butuh didoakan juga. Saya tidak mengatakan bahwa hidup saya sudah kudus, tapi setidaknya saat saya mulai goyah dan berniat ‘melenceng’ saya tahu ke mana saya harus pergi dan siapa yang harus saya temui di masa-masa sulit itu.

Musik menjadi sarana kita untuk bertemu Tuhan dan mengalami kuasanya. Mengembangkan musik gereja pasti keinginan semua orang. Setiap anak-anak muda bisa bebas berkreasi saat melayani Tuhan lewat musik. Karena kreativitas juga dari Tuhan. Saya berjemaat di Kingdom Generation Community (GBI ROCK Jakarta).

Trus, bagaimana kaitannya dengan menghadapi ‘tantangan persaingan’ di dunia musik?
Jujur saja saya memulai bernyanyi rohani sejak umur sekitar 11-12 tahun, dan diajarkan oleh orang-tua bahwa bernyanyilah dengan hatimu yang jujur maka orang pasti diberkati. Soal kamu dikenal atau dihargai orang banyak itu bonus dari Tuhan. Saya mengenal beberapa penyanyi rohani lain, dan bagi saya mereka rekan sekerja di ladang Tuhan. Jadi di kamus hidup saya gak ada persaingan.

idol2

Sebenarnya, siapa sih yang menjadi inspirasi Regina untuk tetap menyanyi?
Yang menjadi inspirasi saya dalam bernyanyi adalah saya terlebih dulu dicintai oleh Tuhan Yesus, oleh sebab itu saya harus membalas cinta itu seumur hidup saya, dengan talenta yang juga sudah Tuhan beri (sebagai bentuk cinta-Nya kepada saya).

Ngomong-ngomong nih, dalam hidup kita pasti pernah mengalami ‘kegagalan’, gimana Regina mengatasi hal tersebut?
Gagal pasti pernah dong! Solusinya ya, tetap percaya diri, bahwa bukan berarti saya tidak mampu, tapi saya kurang sempurna dalam persiapan.

Jika berandai-andai, 3-5 tahun ke depan, apa yang dapat Regina lihat dari diri sendiri?
3-5 tahun ke depan saya akan melihat Regina yang semakin dahsyat melayani Tuhan, bisa jauh lebih tenang dan sabar. Lebih bijak dalam mengambil setiap keputusan. Dicari orang karena hidupku bisa menjadi jawaban bagi banyak orang. Amin!

Apa harapan Regina pada anak-anak Tuhan masa kini di Indonesia?
Tetaplah andalkan Tuhan dalam setiap gerak hidupmu, karena kita masih muda, mungkin ada yang masih mencari jati diri. Bergabunglah dalam komunitas gereja, komsel, atau apalah istilahnya, karena itu penting. Tetap cintai Tuhan dengan cara yang benar. Berdoalah karena kita memang membutuhkan-Nya!
(by Ayik, 2014)

Photo Credit: https://scontent-sit4-1.xx.fbcdn.net

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *