teenz-idol-30-petra-joshua-sihombing-jangan-mudah-menyerah!

Petra Joshua Sihombing: Jangan Mudah Menyerah!

teenz-idol-30-petra-joshua-sihombing-jangan-mudah-menyerah!

petra
Di tengah serbuan boyband dan girlband di jagat musik tanah air, banyak juga bermunculan solois baru dengan segudang bakat. Petra Joshua Sihombing salah satunya. Gak hanya piawai menyanyi, Petra juga jago menulis lagu dan memainkan instrumen musik. Plus wajah yang cakap dan aksi panggung yang keren, Petra mempunyai kans besar menjadi idola.

Passion Petra dalam bermusik memang kuat sekali. Sejak umur 7 tahun, dia sudah mempunyai mimpi dan planning untuk menjadi seorang musisi. Hebatnya, dia tak pernah putus asa untuk mewujudkannya. Meski di awal-awal karirnya, banyak rintangan yang harus dihadapinya.

Dulu, sebelum dikenal seperti sekarang, Petra banyak menghadapi penolakan dari label-label besar yang terkenal. Belum lagi pengorbanan yang dilakukan keluarganya. Sang ayah sampai harus menjual mobil agar bisa membiayai pembuatan album Petra.

Untungnya Petra gak gampang menyerah dan bertekad kuat untuk menjadi penyanyi yang sukses. “Motto hidupku adalah jangan pernah menyerah. Kadang, saat menjumpai batu sandungan yang besar, kita lantas berpikir gak ada jalan lain yang bisa ditempuh. Padahal, sebenarnya kalau kita pantang menyerah, masih ada banyak jalan-jalan lain, yang bisa kita lewati untuk menuju tempat yang ingin kita capai,” katanya, bijak sambil tersenyum manis.

Dengan semangat pantang menyerah, Petra lalu mengedarkan album perdananya secara indie. Benar saja, tekad dan kerja keras Petra akhirnya berbuah kesuksesan. Singel Cinta Takkan Ke mana-Mana yang ada di album perdananya, ternyata mengena di hati para pecinta musik tanah air.

Sosok Petra pun mulai dikenal, dan lantas dilirik sebuah label besar. Dari situ, Petra mulai sering tampil di sejumlah program musik layar kaca, sosoknyapun kian akrab di mata publik.

biodata petra
Tak hanya eksis di dunia musik, Petra juga sempat menjajal dunia akting dengan membintangi film “Love in Perth” bersama Gita Gutawa dan Derby Romero. “Sebenarnya aku gak pernah akting sama sekali, tapi aku disuruh ikut casting sama manajemen di sebuah production house. Ya sudah, aku ikut deh. Eh, tenyata diterima,” cerita Petra.

Awalnya Petra sempat gak suka akting, karena menurutnya tak mudah harus menjadi orang lain. Tapi, lama-lama Petra merasa enjoy. Dan pengalaman bermain di “Love in Perth” merupakan pengalaman berharga, karena dia bisa mengeksplorasi hal yang baru. “Pastinya berakting beda banget sama nyanyi. Saat menyanyi aku bisa jadi diri sendiri, tapi kalau akting, aku kan harus memerankan orang lain,” pungkasnya.

Meski demikian, saat ditanya lebih lanjut, mana yang lebih enjoy bagi dia, bermusik atau main film? Dengan tegas Petra menjawab, “Musik dulu mungkin, biar album kedua cepat kelar, kuliah juga cepat rampung,” tegasnya, sambil melayani foto beberapa penggemarnya.

Selain itu, ungkap Petra, ada satu obsesi yang ingin diraihnya, “Aku pingin duet bareng John Mayer. Wah kalau memang bisa terwujud, itu amazing banget, benar-benar gila. Karena John Mayer-lah aku bisa termotivasi buat nyanyi dan main gitar,” katanya.

“Semua yang kualami hingga saat ini,” tutur Petra kemudian, “aku percaya semua ini dari Tuhan. Semua orang yang telah mendukung aku dan mau memberikan kesempatan berkarya, pasti karena Tuhan yang bukakan jalan. Jadi jika kalian ingin sukses terhadap sesuatu, tetaplah fokus dan jangan pernah penyerah!” pungkas Petra mengakhiri percakapan, karena melanjutkan acara di tempat lain.

(By: Ayik)

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *