idol4-oktober-2015

NOORMAN HARYO SASONGKO: Merangkum Keindahan-Nya Melalui Seni Fotografi

idol-oktober-2015

Awalnya benci, kemudian menjadi cinta. Awalnya diremehkan namun sekarang banyak dicari-cari orang. Semula hanya iseng belaka, sekarang malahan jadi berkat yang memberkati banyak orang. Sebuah hobi yang digeluti dan ditekuni dengan cinta kasih, ternyata membawa anugerah tersendiri bagi Noorman Haryo Sasongko. Hobi itu adalah seni fotografi.

Sejujurnya, urai Noorman mengawali kisahnya, menjadi fotografer dulu sama sekali tidak ada dalam rencananya. Karena dulu saat kuliah tentang fotografi sempat senang, tapi berubah jadi benci sekali. Lho, apa masalahnya? Karena mendadak biaya beli film, cetak foto, mahalnya minta ampun, tak bisa terbeli untuk anak mahasiswa seperti Noorman.

Akhirnya, Noorman bersama teman-teman sekelompoknya usaha patungan untuk sekadar membeli roll film dan biaya cetak, agar tugas perkuliahan mereka tetap berjalan lancar. Apalagi zaman dulu, tidak seperti zaman sekarang, hasil memotret tidak bisa langsung dilihat bila belum dicetak. “Begitu dicetak, foto jelek, wah…. bisa stress deh!” ucap Noorman sambil tertawa. Hingga zaman berubah, kamera manual digantikan dengan kamera digital, kerja keras pun terus dilakukan untuk menghasilkan karya yang terbaik.

Kamera digital pertama Noorman waktu itu merk Sony. Sebuah kamera digital biasa, 4.1 mega pixel. Melalui kamera itu ia bekerja keras menyelesaikan skripsinya. Usai kuliah ia mulai bekerja di sebuah hotel, di sini hampir setiap hari memotret makanan, karena posisi awalnya sebagai promotion executive. Mayoritas yang dipromosikan makanan, sehingga berupaya untuk memotret makanan yang bisa membuat orang lain “lapar” karena foto tersebut.

idol2-oktober-2015

“Fotografi itu menyenangkan, karena merekam aneka kejadian dari sedih sampai senang. Saya tidak mempunyai batasan untuk berkarya dalam foto. Memotret apa saja, dari model-model yang seksi, pernikahan, sampai momen-momen kematian atau kesedihan, semua saya rekam. Senang rasanya menjadi bagian sebuah peristiwa, yang bagi sebagian orang adalah momen-momen yang tak dilupakan. Jadi setiap mereka bernostalgia, mereka akan ingat nama saya dan itu menyenangkan. Diingat orang, walau cuma jadi bagian kecil,” tutur anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Pada akhirnya, kecintaan Noorman pada seni fotografi semakin nyata. Tambah lagi sejak 4 Mei 2008, sejak ia mulai memperkenalkan branded untuk seni fotografinya yang bertajuk “Happipolla” , otomatis hampir menyita keseluruhan waktunya. Happipolla yang merupakan bisnis fotografinya secara professional, dibantu oleh freelance 9-12 orang tenaga professional, yang menangani wedding documentary, prewedding shoot, beberapa project di Singapura, beberapa foto promosi hotel di Malang, beberapa foto komersial untuk perusahaan-perusahaan, daia farma, beberapa foto shoot untuk skincare Surabaya dan Malang, sekolah fashion, radio, restaurant, hampir semua distro di Malang, beberapa band Malang, Jakarta, Bandung dan beberapa project fashion.

Meski diakui Noorman, dari waktu ke waktu hobi yang digelutinya semakin memakan hampir sebagian besar waktunya, sesekali saat ia masih memiliki waktu luang bersama teman-temannya, ia sering bermain band.

idol3-oktober-2015

Band yang pertama bernama “Sweet Memories,” band punk, di mana Noorman bermain drum. Awalnya, cerita Noorman kemudian, bermula dari teman-teman bermain skateboard tahun 2005, kemudian membuat band punk, berkiblat dari Jepang. Band yang terakhir “My Beautiful Life”, band britpop. Bermula dari band proyekan, tapi akhirnya menjadi band serius juga. Sekarang sedang proses membuat album indie. Kedua band ini masih berjalan beriringan, meski karena kemudian kesibukan masing-masing personelnya, bermain band dilakukan untuk refreshing saat semua jenuh dengan pekerjaan sehari-hari.

Meski telah bekerja secara professional, ada satu kerinduan dari Noorman untuk membuat ruang khusus bagi anak-anak muda yang ingin menekuni dunia fotografi di gereja. “Inginnya ada kelas fotografi di gereja, sehingga gereja tidak kerepotan saat ada momen-momen khusus untuk pedokumentasiannya. Juga sebagai wadah sharing anak-anak muda, yang bisa merangkul berbagai talenta dari anak-anak muda. Kalau itu ada, pasti pelayanan anak-anak Tuhan juga semakin solid!” ucap Noorman yang juga berhobi membaca dan kuliner, disela-sela kesibukannya itu.

“Ya, cintai apa yang kamu kerjakan, serahkan sama Tuhan. Biarkan Tuhan berjalan dahulu di pekerjaan yang kamu serahkan. Sepanjang apapun prosesnya pasti ending-nya bahagia!” himbau Noorman bagi anak-anak muda.

(by: Ayik, Mei 2014)

Photo Credit: https://scontent.cdninstagram.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *