teenz-idol-september-2015

KAREN KLONGTRUADROKE NITTIROJSAKUL : HIDUP DALAM KEHENDAK ALLAH

idol-1

Karen sudah mulai berprestasi sejak usianya yang ke- 3 tahun, saat ia memenangkan pemilihan daerahnya dalam kompetisi bergengsi untuk anak-anak Italia, yakni Zecchino D’oro. Pada usia 11 tahun, ia memulai karier dalam dunia seni peran dan menandatangani kontrak dengan perusahaan produksi film, “Five Stars.” Ia bermain sebagai pemeran utama wanita dalam berbagai opera sabun dan film, termasuk Dek Se Ple pada tahun 1996, dan Wai Ra Reung pada tahun 1997. Karen menerima banyak penghargaan termasuk penghargaan ‘Role Model Actress for the Youth’ pada tahun 1996, yang diberikan oleh pemerintah Thailand.

Meskipun seni peran merupakan fokus utamanya, Karen juga menyanyi secara profesional pada berbagai perayaan, pada acara-acara TV, dalam album pop dan pada konser-konser. Dalam tahun 2004, album solonya, Season of Love, dikeluarkan oleh program TV CBN Siam, “Kids Only.” Pada tahun 2007, Karen muncul dalam album artis electro Smallroom, Cyndi Seui, “My Name is Dos.” Dan belakangan bersama Seui dalam album tribute untuk band pop punk/rock Jepang, Flipper, menyanyikan “Coffee Milk Crazy,” yang muncul pada kompilasi “006 Flipper’s Players” dari Smallroom.

Karen menjadi artis tamu pada album “White Christmas” dari SBN Siam dan juga album “Christmas for You,” yang diproduksi oleh Thailand Protestant Christian Committee. Pada tahun 2008, Karen tampil dalam album grup pop Disko Kitsch. Dalam tahun 2005, Karen melakukan pertunjukan sebagai solois bersama Bangkok Symphony Orchestra di bawah pimpinan Maestro Shardard Rohani; dan pada tahun 2006, Karen memimpin acara “Royal Command Performance” untuk Friends of the Arts Foundation.

Walaupun menyandang gelar sarjana Biomedical Science dari Mahidol University International College, minat Karen pada produk media dan TV membawanya ke CBN Siam (Christian Broadcasting Network). Karen sudah bekerja purnawaktu di CBN sejak 2009 dan saat ini sedang menjadi pembawa acara serta memproduksi pertunjukan online untuk anak-anak yang berjudul “Miracles Are All Around.”

Tahun ini, Karen terlibat dalam pembuatan film kartun terbaru CBN, “Superbook” di Thailand, untuk membantu menyebarkan Kabar Baik di antara anak-anak Thailand. “Saya juga melayani di gereja kami, Abundant Grace Church di Chiangmai, sebagai salah satu pemimpin penyembahan. Saya bersama suami saya juga terlibat dalam departemen kaum muda dan media, untuk proyek-proyek khusus, di gereja kami,” tutur Karen dengan senyumnnya yang khas itu.

Satu tokoh yang senantiasa memberi dorongan bagi Karen adalah Tuhan Yesus. “Terkadang, ketika keadaan menjadi benar-benar sibuk dan saya menjadi kewalahan, saya hanya bergantung pada pikiran, kekuatan, kemampuan diri sendiri… dan pada akhirnya “merasa jenuh.” Itulah saatnya ketika saya harus berkata kepada diri sendiri, “Stop!” Lalu hanya menghabiskan waktu bersama Bapa dan mengingat kasih-Nya, istirahat sejenak dan kemudian mulai bekerja dengan keyakinan bahwa Dia sudah memberikan kemampuan, pengetahuan, serta kekuatan yang saya butuhkan untuk menyelesaikan suatu tugas. Saya terus mengerjakan tugas dengan bersandar pada-Nya, bukan pada diri saya sendiri. Juga dengan percaya kepada-Nya karena mengetahui bahwa bila saya percaya kepada-Nya maka Ia akan memimpin langkah saya. Dan tentu saja Tuhan juga sudah memberkati saya dengan sebuah keluarga yang bahagia, seorang suami yang luar biasa, teman-teman serta rekan-rekan yang hebat yang semuanya menjadi pendorong saya sepanjang masa-masa hidup saya,” tutur Karen yang memiliki impian sebagai penulis lagu-lagu rohani bagi artis-artis Kristen di negaranya.

idol2

Sebagai pendamping kaum muda di gerejanya, sekaligus di negaranya, Thailand, Karen menyadari ada banyak tantangan. Tantangan terbesar saat ini adalah terhalangnya kreativitas serta potensi mereka. Kaum muda keliru memahami bahwa melayani Tuhan berarti harus menjadi seorang misionaris atau pendeta. Terkadang gereja lokal juga tidak memberikan kesempatan bagi “artis-artis” muda untuk mengekspresikan karunia, talenta serta kreativitas mereka. Karena itu kaum muda Kristen mulai mencari berbagai saluran lain untuk mengekspresikan diri dan biasanya itu malah membawa mereka menjauh dari gereja.

“Saya beranggapan bahwa kalau saja kaum muda mengetahui bahwa di manapun mereka berada, apapun profesi yang mereka pilih, mereka bisa tetap melayani Tuhan dengan perbuatan mereka, sehingga mereka tidak akan meninggalkan gereja atau merasa dibatasi oleh berbagai konsep “keagamaan” manusia. Kadang-kadang, berita Injil yang disampaikan oleh gereja lokal kepada kaum muda dirasa membosankan, tetapi Tuhan tidak pernah berniat membuat hidup kita ini membosankan!!! Dia mempunyai berbagai rencana yang mengagumkan bagi kita, melampaui apa yang kita inginkan atau impikan,” terang Karen, yang merupakan anak ke-3 dari tiga bersaudara ini.

“Jadi, kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau (Ul.31:6). Banyak hal yang kemungkinan kamu alami, tapi ketahuilah bahwa Tuhan sangat mengasihi kamu dan Dia hanya menginginkan yang terbaik bagi kamu. Jangan membiarkan dunia ini menentukan siapa diri kalian. Jangan mendasarkan identitas kalian pada status, tampang, uang, kemasyhuran atau kepandaian kalian, karena hal-hal tersebut akan memudar. Biarlah Kristus yang menjadi dasar dari identitas kalian. Percayalah kepada-Nya dengan segenap hatimu, maka Dia akan menuntun langkahmu menuju rencana indah, yang Dia sediakan bagi kamu. Pernahkah kamu melihat platypus (mamalia kecil yang hidup di Australia)? Hewan itu merupakan salah satu makhluk bertampang paling mungil dan paling lucu! Saya pikir Allah pasti tertawa kecil ketika Dia menciptakan hewan satu itu. Karena itu berada dalam kehendak Allah bagi kehidupan kita adalah hal yang terbaik. Hal-hal yang Dia rencanakan bagi kalian begitu bagus sehingga kalian pasti tidak pernah membayangkan bahwa hidup kalian bisa begitu hebat. Doa saya untuk kalian adalah agar hubungan kalian dengan Tuhan Yesus terus berkembang dan kalian mendapat penyataan baru mengenai kasih karunia-Nya. Tuhan memberkati kalian dengan limpah!”

(by: Ayik; Mei 2014)

Photo Credit: http://www.1cubed.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *