idol3

ECC WORSHIP : HIDUP BENAR DI DALAM KOMUNITAS!

idol1

Lantunan suaranya merdu, pujian yang dibawakannya sederhana, dengan musik akustik yang mengiringinya. Meski demikian pujian yang dibawakannya mampu mengajak anak-anak muda untuk makin mengasihi Tuhan Yesus. Kelompok ini semakin diminati penggemarnya, saat tampilan grup mereka di unduh melalui Youtube.

ECC WORSHIP bertumbuh di dalam sebuah rumah GEIS-ECC (Gereja ElShaddai Injil Sepenuh-Elshaddai Creative Community). Sebelum dikenal sebagai ECC WORSHIP, mereka menggunakan nama The Tribes (2008), dan sempat mengeluarkan dua buah album. Nama ECC WORSHIP tercetus pada tahun 2012, karena mereka berniat mengusung nama rumah mereka sendiri.

Berikut interview bersama ECC WORSHIP, disela-sela kesibukan mereka.

Bagaimana sih menjadi jawaban generasi muda lewat musik itu? Genre musik apa yang serius kalian ambil?
Kami percaya bahwa generasi muda gak butuh musik yang lebih baik.Tapi mereka perlu encounter dengan Tuhan, mereka perlu rumah dan juga figur / teladan kehidupan. Itu sebabnya yang kami bawa melalui ECC WORSHIP, bukan sekadar musik, tapi juga nilai-nilai “sonship” dan “servanthood”. Kalau genre, sebenarnya juga tidak ada genre spesifik, tapi mungkin memang kecenderungannya pop rock.

Apa tantangan saat mewartakan kasih Tuhan Yesus melalui pujian? Sukaduka, sukacita?
Tantangannya adalah bagaimana membawa mereka yang mendengar lagu-lagu pujian ini benar-benar mengalami jamahan Tuhan. Sukacita kami rasakan ketika orang-orang mendengar dan menyanyikan pujian ini dan mereka turut merasakan jamahan Tuhan.

Apakah ada rencana untuk membuat sebuahalbum? Sudah berapa album yang telah dikeluarkan ECC Worship?
Album kedua ECC WORSHIP yang berjudul “Miracle” diluncurkan pada Juni 2014, dan dapat dibeli juga melalui iTunes dan benih.com. Jika dihitung dengan album The Tribes berarti sudah 4 album kami keluarkan. Tahun depan dipastikan ada album baru, karena mungkin setiap tahun kami akan meluncurkan album baru – yang pastinya harus semakin menjadi berkat bagi banyak orang dan bangsa.

Bagaimana ECC Worship menghadapi “tantangan persaingan” di dunia musik?
Kalau menanggapi persaingan, kami tidak menganggap ini sebuah persaingan. Memuji Tuhan dan melalui media membuat album ini, merupakan salah satu cara kami melayani Tuhan. Yang penting untuk kami adalah lagu-lagu pujian ini bisa menjadi berkat bagi setiap pendengar.

Pernahkah mengalami “kegagalan” ? Bagaimana solusinya?
Setiap kita pastinya pernah mengalami kegagalan. Dalam kitab Amsal tertulis 7 kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali. Artinya dalam Tuhan masih selaluada pengharapan. Just keep on believing dan bangun kembali.

Apa makna “cinta” bagiECC Worship? Tolong dijelaskan!
Tentu “cinta” menjadi dasar setiap kita bisa hidup; cintanya Bapa menjadi patokan kami di dalam mencintai; cinta yang tidak pernah lelah memberi, dan juga cinta yang tidak terhentikan oleh apapun juga. We believe that love is talking about “giving” (not “taking”).

Apakah makna CINTAtersebut juga sangat berpengaruh dalam lagu-lagu ECC Worship? Atau apa saja yang menjadi inspirasi untuk mencipta lagu?
YES. Inspirasi kami jelas adalah cintanya Tuhan – bahkan album ini merupakan EKSPRESI cinta kami untuk Tuhan – this is all for Him. Inspirasi kami juga adalah bapa-bapa rohani kami Ps. Nala Widya, Ps. Victor Waang yang selalu ada untuk kami. Inspirasi kami yang terakhir adalah generasi muda yang kami jumpai setiap hari kami; they are all young, strong, and creative.

Bagaimanakah menjaga nilai-nilai “kekudusan” di tengah-tengah tantangan dunia modern ini (dunia intertaiment)?
Bersyukur bahwa kami mengenal satu sama lain sudah sejak lama – we grow together under one “church family” – dan kami menganggap satu sama lain sebagai keluarga. Untuk menjaga nilai-nilai kekudusan, kami menjaga satu sama lain untuk tetap ada dalam komunitas yang benar – karena komunitas menentukan keberhasilan hidup kita. Namun demikian, kami tetap membaur dengan dunia – dengan catatan menggarami dunia lewat nilai-nilai yang benar dan penuh kasih – khususnya di dunia entertaint.

Jika berandai-andai, 3-5 tahun ke depan, apa yang ECC Worship dapat bayangkandarikelompok band ini?
3-5 tahun ke depan, kami akan pergi ke bangsa-bangsa bukan untuk belajar, tapi untuk mengajar. Akan ada team ECCWORSHIPyouth yang merambah dunia permusikan dan membawa jiwa-jiwa baru yang mendengarnya menjadi takut akan Tuhan.

Apa pesan-pesanmu untuk anak-anak remaja (teens) Kristen di Indonesia?
Teens, be creative sebagai teens. Jangan takut untuk maju, miliki mimpi dan tujuan hidup, miliki hubungan yang melekat dengan Tuhan. Teens, gak ada orang sukses tanpa dibapai (dimentor) sebelumnya – Teens sangat perlu yang namanya komunitas yang benar yang akan membawa kalian naik dan semakin naik.

Gimana Kerygmerz, apakah kamu juga ingin menjadi saluran berkat Tuhan bagi sesamamu. Let’s do it!
(by: Ayik, 2014)

Photo Credit: http://1.bp.blogspot.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *