teenz-idol-maret-2016

DANIEL MANANTA : BERANI UNTUK GAGAL!

idol1

Siapa yang tidak kenal Daniel Mananta? Pria tampan berbakat, yang dulu dikenal dengan nama VJ Daniel itu, kini telah menjadi salah satu artis papan atas Indonesia. Namun siapa sangka, perjalanan Daniel untuk meraih kesuksesan penuh dengan lika-liku dan kerja keras.

Perjalanan karir memang sesuatu yang harus dijalani step by step. Proses panjang penuh ketekunan, tentu harus dilakoni sebaik-baiknya. Begitu juga dengan Daniel. Karir Daniel berawal saat dirinya memenangkan MTV VJ Hunt pada tahun 2003. Beberapa tahun menjadi seorang VJ, ia lalu berkecimpung di Indonesian Idol sebagai host sejak tahun 2006. Seiring waktu berjalan, Daniel kini telah go international dengan menjadi host Asian Idol dan Miss World.

Tidak hanya menjadi host, Daniel juga merambah di dunia bisnis. Sebuah brand cetusannya, “Damn! I Love Indonesia”, kini digandrungi oleh banyak anak muda. Selain itu, ia juga sempat menjadi Executive Produser untuk film KILLERS. Wow!

Siapa sangka orang sepopuler Daniel Mananta pernah ditolak saat casting? Tidak tanggung-tanggung, selama 11 tahun bahkan tidak ada satupun casting yang berhasil ia lolosi. Namun, Daniel justru bangga akan hal itu. “Semua pekerjaan yang gue dapat saat ini, Puji Tuhan, tanpa proses casting. Itu gue bersyukur banget,” ujar Daniel.

Ditanya soal cita-cita, Daniel punya kisah seru dan lucu. Terlahir dari seorang pengusaha importir baju, hidup Daniel seolah telah tertuju pada pekerjaan ayahnya itu. “To be honest gue nggak punya cita-cita. Karena gue pikir gue akan seperti bokap gue yang seorang bisnisman, importir baju. Bokap punya tujuh saudara dan semunya punya toko di Mangga Dua,” kenang Daniel.

Bahkan, saudara sepupu Daniel yang pernah sekolah di Sidney dan Daniel sendiri yang menyelesaikan kuliah di Perth, juga kembali berjualan di Mangga Dua. Daniel pernah meminta izin untuk kerja di Bank, namun sang ayah tidak ingin dirinya mendekati dunia Bank. Karena itu, Daniel akhirnya ‘terjebak’ untuk berkarir menjadi penjaga toko di Mangga Dua. “Gue merasa terperangkap banget cuma dagang sambil nunggu customer lewat. Kalau sambil nunggu bahasanya cuma dua ‘Boleh kak’ dan ‘Boleh cek toko sebelah, kalau toko sebelah lebih murah ambil barang gue seharga toko sebelah’,” terangnya.

Namun, entah bagaimana, Daniel merasa suka melihat pendeta yang pandai membawa suasana, saat berbicara di depan umatnya. Dari situlah barangkali kesenangannya di dunia public speaking mulai terasah. Namun, jalan Daniel bukanlah menjadi pendeta. “Tapi mungkin Tuhan ngerasa gue kurang suci akhirnya jadi MC. So, here I am now,” tandasnya.

Saat melalui pendidikan di Australia, Daniel pernah menjadi tukang cuci di sebuah restoran. Saat itu, Daniel tertantang untuk membuka restoran bersama temannya. Namun Daniel mengaku tidak terlalu membebani diri dengan keinginannya itu. “Gue gak punya cita-cita pasti, go with the flow aja,” ujarnya.

Seolah sudah digariskan, Daniel akhirnya menemukan jalannya menjadi MC. “Ketika gue jadi MC, gue suka banget. Ketika ribuan orang teriak saat gue jadi MC, energi positifnya sampe ke gue. Gue ngerasa this is my home, ini kantor gue di depan ribuan penonton. Gue bersyukur saja dapat kesempatan itu. Gue bukan penyanyi atau comedian, tapi orang bisa terinspirasi karena gaya gue, dan itu sangat priceless,” kenang Daniel.

Awalnya sederhana, Daniel merasa tergila-gila dengan MTV, layaknya anak muda lain di masa itu. Berpikir untuk menghilangkan kebosanan kerja di Mangga Dua, ia akhirnya mengikuti kontes VJ Hunt. Dan ternyata, di sanalah karir entertainment-nya dimulai.

Saat pertama kali ada orang yang kenal dan meminta foto, Daniel merasa sedikit aneh. “Siapa gue? Gue cuma pedagang Mangga Dua,” ujarnya. Waktu berjalan, hingga Daniel merasa terbiasa untuk dimintai foto sana-sini. Meski begitu, ia menempatkan para fans di lokasi istimewa dalam hatinya. “To be honest, gue selalu punya prinsip. Mungkin ini keseribu kalinya gue dimintain foto sama orang, tapi mungkin ini untuk pertama kalinya orang itu minta foto sama gue. Jadi kalau ketemu banyak orang gue suka excited sendiri. Meskipun kadang-kadang gue gagal juga sih. Kadang kalau mood lagi bete harus kayak maksain diri untuk senyum,” ucap Daniel.

“Gue suka banget nyobain eksperimen. Kalau gagal ya gue gagal, tapi kalau berhasil gue jadi trend center. Nggak ada salahnya buat eksperimen,” jelasnya. Daniel juga mengatakan bahwa dirinya adalah sosok yang sangat kreatif dan berani berinovasi. “Gue juga merasa diri gue adalah sebuah brand. Jadi gue harus pintar mengemas diri gue untuk tahu mana market gue. Mungkin itulah salah satu kunci sukses gue,” tambahnya.

Dunia bisnis dan dunia hiburan, seolah menjadi dua hal yang menyatu di dalam diri Daniel Mananta. “Gue adalah seorang enterpreneur yang suka meng-entertaint banyak orang. Gue bisa dibilang originalnya pengusaha dan kecemplung di dunia entertainment dan memulai memasukkan bisnis gue di dunia entertainment. Gue ngerasa Tuhan memberikan gue dua talenta ini,” terang Daniel.

idol2

Saat ditanya tentang brand yang dibuatnya, Daniel mengungkapkan, “Mengapa gue memulai bisnis garmen, karena bokap gue selama 30 tahun lebih sudah punya bisnis ini. Ketika gue bikin ‘Damn I Love Indonesia’ ada perbedaan yang signifikan dari bokap gue. Bokap gue nggak ngebuat brand sendiri. Jadi bokap gue import baju-baju luar negeri ke Indonesia dan dijual di sini. Sedangkan gue membangun brand di Indonesia. Tapi gue banyak belajar dari beliau. Dia itu bantuin banget soal distribusi, pengiriman, ya lebih ke situnya,” jelas Daniel.

Meski telah jadi entertainer dan pengusaha sukses, Daniel tak mudah berpuas diri. “Indonesia mungkin sudah tahu gue sebagai entertainer dan pebisnis sukses, tapi dunia belum tahu, Asia belum tahu. Jadi gue pengen coba lebih besar dan berkembang lagi,” jelas Daniel tentang keinginan pertamanya. Keinginan kedua Daniel yang sangat unik adalah pergi ke bulan. “I don’t know why? Gue nggak mau jadi astronot tapi gue pengen banget ke bulan. Gue pengen ambilin pasir dan batunya terus kasih ke temen-temen sebagai souvenir,” ujarnya.

“Terus gue pengen banget jadi MC bareng Ryan Seacrest, jadi standarnya sudah internasional banget. A lot of things, masih banyak yang belum kesampaian. Pengen bikin film yang jadi nominasi di Oscar. Gue pengen banget ‘Damn I Love Indonesia’ di luar negeri,” imbuhnya.

Ngobrol dengan Daniel Mananta memang sangat menyenangkan. Pembicaraan ini menunjukkan bahwa ia adalah orang supel dan sangat humble. Selain itu, Daniel juga sosok yang tidak takut bermimpi serta berani mengambil risiko untuk menjadi sukses. Tentu saja kisah Daniel ini merupakan inspirasi bagi anak-anak muda Indonesia. Kerja keras Daniel dan totalitasnya merintis karir seolah menjadi syarat utama bagi kamu yang juga ingin sukses.
(dari berbagai sumber)

Photo Credit: http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *