teenz-idol-juni-2015

Bernardus Saud Purba Siboro: TERUSLAH MENJADI BERKAT !

teenz-idol-juni-2015-02

Bernardus Saud Purba Siboro akrab dipanggil Bernard Saud, pria kelahiran Kota Pontianak, tanggal 30 Januari 1991 ini, berdarah campuran batak-Kalimantan. Basket dan musik merupakan hobinya sejak kecil. Anak ke 3 dari 5 bersaudara dari pasangan Digdo Purba dan Emilia ini, sekarang tercatat sebagai mahasiswa di salah satu Universitas swasta di Jakarta .

Dibesarkan di keluarga yang sederhana dan suka musik, orang tua yang sempat berpindah-pindah tugas ke luar kota, membuat Bernard Saud sering berpindah sekolah dan tempat tinggal. Tapi semua itu adalah sebuah proses. Selang berjalan waktu, masa-masa kecilnya dilalui di kota Pekanbaru, Riau karena ayahnya yang bertugas di sana. Di sanalah awal Bernard Saud mengenal musik dan bernyanyi.

Hidup nomaden dalam istilah kata orang yaitu berpindah-pindah juga sempat dialaminya. Dari pekanbaru, pria yang menyukai warna biru dan coklat ini juga sempat tinggal di kota Pontianak, Kalimantan Barat selama 9tahun, sebelum akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di Jakarta.

teenz-idol-juni-2015-01

Selama masa remajanya, ia sering mengikuti berbagai macam festival menyanyi, baik tingkat provinsi maupun nasional. Kecintaannya terhadap dunia nyanyi bisa dilihat dari beberapa pembuktian prestasi yang diraihnya antara lain dinobatkan sebagai: Juara Umum festival Lagu Rohani se-KalBar 2005, Bintang Pelajar se-Kalbar 2006 dan 2008, Smart-teen Sophie Martin Kalbar 2008, Bintang Radio RRI 2008 dan Bintang Radio Primadona fm 2009, Gold Medal Solo Pesparawi tingkat Provinsi 2010, Juara 2 ajang adu bakat menyanyi Simphony Kasih by INLA Jakarta 2010, Penyanyi terbaik Gita Permata Nusantara tingkat Nasional 2010, dan masih banyak lagi. Berawal dari sinilah pria yang menyukai bubur ayam dan masakan ibu ini melebarkan karirnya, termasuk tergabung di dalam Giving My Best Community (GMBC).

Berikut beberapa percakapan lebih dekat bersama Bernard Saud.

Hai, Bernard Saud, apa sebenarnya harapan/impianmu yang belum tercapai hingga saat ini?
Harapan saya yang belum tercapai adalah pelayanan ke luar kota, terutama ke Papua. Saya sangat ingin ke sana dalam koridor pelayanan dan nyanyi di sana, serta bisa melihat keindahan alam Papua. Selain itu impian saya adalah bisa membahagiakan orang-tua saya .

teenz-idol-juni-2015-03

Menurut kamu, bagaimana sih sebenarnya menjadi jawaban generasi muda lewat musik atau sesuatu yang kamu tekuni sekarang?
Menurut saya, harus kreatif dan bisa memberikan impact yang baik dan positif dari musik yang kita buat. Hasilnya bukan hanya untuk generasi muda saja, tapi juga untuk semua kalangan.

Apa tantangan terberatnya?
Tantangan terberatnya kalau menurut aku sih, ya lebih kepada impact yang akan terjadi nantinya, yaitu bagaimana hal tersebut bisa memberikan aura positif buat orang lain yang mendengarkannya … he he he…

Tahun ini ada rencana mau membuat album solo kah?
Semisal “iya” album yang bagaimana yang ingin kamu wujudkan?
Yap.. aku ingin album yang simple, tapi mempunyai makna yang besar dan tentunya bisa jadi berkat buat orang yang mendengarkannya.

Oh, iya, pernah gak kamu mengalami “kegagalan”? Bagaimana solusinya?
Pernah. Solusinya kalau buat aku adalah bagaimana cara merespon kegagalan itu. Respon yang baik akan menghasilkan semangat baru dan bisa menerima kegagalan secara lapang dan bersiap untuk mencoba lagi pastinya.

Wah, pasti disertai proses pengampunan dari diri sendiri juga ya?
Ya, pengampunan itu buat aku adalah “kebebasan”. Apabila sudah mengampuni rasanya hidup ini lebih plong dan aku percaya bahwa kalau kita sudah mengampuni, berkat akan terus mengalir dan kasih Tuhan akan kita rasakan sepenuhnya. Karena Tuhan Yesus saja ngajarin kasih, so mengampuni=mencari “Kasih” Tuhan, karena kalau kita gak bisa mengampuni, maka kita akan jauh dari koridor Kasih Tuhan. Memang gak gampang mengampuni, tapi itulah yang jadi tantangan buat kita.

Saya dulu sangat benci sama papa saya sendiri. Saya gak pernah merasakan kasih, keharmonisan dari papa mama saya waktu saya kecil. Kekerasan, makian sering papa lontarkan ke anak-anak dan ibu saya. Tapi setelah saya kenal Tuhan, saya berdoa dan Tuhan kasih jawaban ke saya. Saya dekati ayah saya, saya belajar untuk menjadi dewasa di tengah-tengah pertikaian keluarga. Tuhan jamah papa saya….memang sulit rasanya, tapi saya harus lakukan. Karena kalau tidak, saya gak tahu apa yang akan terjadi dan pastinya akan selalu berada dalam lingkup kepahitan. Tapi Tuhan memang baik. Dia tuntun saya dan akhirnya saya bisa mengampuni ayah saya .

Menurut kamu, bagaimana kamu melihat sosok Tuhan Yesus Kristus dalam hidupmu?
Sosok yang sangat berarti buat aku, karena Dia sudah rela mati dan menebus aku. Sosok yang menjadi panutan dalam hidupku, membimbingku dan selalu ada saat aku bingung dalam menghadapi hidup ini. Pokoknya Dia segala-galanya dan THE BEST !

Apa pesan-pesan kamu untuk anak-anak remaja Kristen di Indonesia?
Yuk, terus belajar dan menjadi berkat bagi orang lain. Tetap semangat dan mengandalkan Tuhan di setiap pekerjaanmu! Satu lagi, mari kita menjadi “teh” yang istimewa, yang berbau harum bukan hanya di hadapan Tuhan tapi juga di hadapan orang-orang yang belum mengenal Dia. Bukan teh kotak yang hobinya ngadem dalam kulkas saja.. he he..he…

<2014, by: Ayik>

Photo Credit: https://hurricanerecords.files.wordpress.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *