ice-breaker-januari-2015-mendengarkan-isyarat

MENDENGARKAN ISYARAT

ice-breaker-jan-2014-2

Bahan: Kain penutup mata dan karton tebal atau bahan matras yang bisa dibongkar-pasang (berbentuk bujur sangkar).

Cara bermain:
Bagi anak dalam kelompok, maksimal 8 anak dalam kelompok. 7 dari anak diminta untuk menutup matanya dengan kain penutup, sedang seorang anak yang berada di barisan paling belakang tidak memakai penutup mata, karena ia bertugas untuk menunjukkan jalan.

Saat pemimpin permainan tengah menyiapkan rute perjalanan dengan menempatkan matras di sembarang tempat, kelompok (yang telah memakai penutup mata) bertugas membuat sandi bagi kelompoknya. Misal:

  1. Menepuk pundak kanan sebanyak 4 kali berarti maju ke depan sebanyak 4 langkah.
  2. Menepuk bagian tengah punggung berarti menunduk dan mengambil matras di bawah kaki
  3. Menepuk pundak kiri sekali berarti berbelok ke arah kiri dan maju satu langkah, dst.

Pemimpin permainan kemudian memberikan aba-aba jika permainan siap dilaksanakan.

Seorang yang bertugas di barisan paling belakang, bertugas memberikan kata sandi yang telah disepakati tadi dan harus memperkirakan hitungan langkahnya dengan tepat. Kemudian ia memberikan kata sandi pada kawan di depannya, yang kemudian dilanjutkan dengan teman yang di depannya, demikian terus secara bergantian hingga kawan yang paling depan memahami perintah tersebut dan melan gkah diikuti teman-temannya.

Agar tidak saling berjatuhan, setiap anak dalam kelompok saling berpegangan bahu temannya selama permainan berlangsung.

Kelompok yang tercepat mengumpulkan matras dan tidak mengalami kecelakaan (karena salah memberikan sandi) menjadi pemenangnya.

Refleksi permainan:
Belajar mendengarkan sesuatu perlu berkonsentrasi dan memfokuskan pikiran. Terlebih untuk mendengarkan suara Tuhan, perlu memusatkan kehidupan kita, untuk jelas mendengarkan suara-Nya.

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *