tanda-tangan-email-corner-juni-2014

Tanda Tangan

Seorang pengusaha kaya pulang ke kota kecil, tempat dia dibesarkan. Dia mengendarai mobilnya dengan pelan menyusuri jalan-jalan kota itu. Berusaha menangkap kembali semua kejadian dan kenangan masa kecilnya.

Sampai di sebuah sudut jalan dia tiba-tiba berhenti. Seorang laki-laki seumuran dirinya berdiri di sudut jalan itu. Kepalanya tertunduk, tangannya tengadah. Laki-laki itu adalah seorang pengemis. Tapi yang membuatnya tiba-tiba berhenti adalah karena laki-laki itu adalah Tommy, teman bermainnya ketika kecil.

Dia turun dari mobilnya dan setengah berlari mendekati pengemis itu. “Tom!” serunya dengan terharu. Pengemis itu mengangkat wajahnya dan sesaat memandang dengan bingung. Sebuah senyum pahit tampak di wajahnya ketika dia mengenali sahabatnya.

“Andy…” katanya pelan. Andy merangkul sahabatnya dengan terharu, tak peduli keadaan Tommy yang kotor. “What happen to you my friend..?” Beberapa saat kedua orang teman lama itu saling bercakap-cakap di pinggir jalan. Andy kemudian mengeluarkan sebuah buku cek dan menulis di sana.

“Tom, aku sedang ditunggu di tempat lain, aku harus pergi sekarang. Tapi ambillah cek ini, pakailah untuk mengubah hidupmu… God bless you my friend…” kata Andy sambil melangkah pergi. Tommy memandang kepergian Andy dengan terharu. Ketika mobil Andy hilang di sudut jalan, dia berjalan dengan cepat ke
arah bank. Akhirnya hidupnya bisa berubah…

Tetapi ia berhenti di depan pintu bank, ketika melihat orang-orang yang bekerja dan keluar masuk bank itu. Semuanya tampak seperti orang-orang kaya yang berpakaian rapi dan bersih. Ia kemudian melihat dirinya sendiri dengan pakaian kumal yang dikenakannya. “Mereka pasti tidak akan mengizinkan aku masuk, apalagi menguangkan cekku ini…” pikirnya. Dia kemudian berbalik dan melangkah pulang tanpa menguangkan cek itu.

Keesokkan harinya, dalam perjalanan pulang, Andy melewati sudut jalan di mana dia melihat Tommy kemarin. Dengan terkejut ia melihatnya berdiri di sana seperti juga kemarin. Dia bergegas turun dari mobilnya dan berjalan mendekati, “Apa yang terjadi Tom? Why are you still here?” Dengan malu Tommy menceritakan mengapa dia tidak jadi menguangkan cek pemberian Andy. Tapi Andy kemudian tersenyum dan menepuk pundak sahabatnya, “My friend, yang membuat cek itu berlaku bukanlah pakaianmu atau siapa dirimu, tapi tanda tanganku!”

Tuhan Yesus telah menandatangani cek keselamatan dan memberikannya kepada kita. Darah Tuhan Yesuslah yang telah memeteraikan keselamatan kita, bukan tindakan, penampilan atau siapa kita di hadapan manusia. Tugas kita hanya menerima, menikmati dan hidup dalam kasih karunia yang telah diberikan itu. Terima saja, karena harganya memang sudah dibayar…

(indrosuprobo@yahoo.com)

LOSINPUN via Compfight cc

Share ini ke Google+

2 Comments

    • andre novayer
    • 27 June 2014
    • Reply

    Luar biasa, karya Tuhan memang karya keselamatan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *