kotak-emas-email-corner-november-2014

KOTAK EMAS

Di sebuah keluarga miskin, seorang ayah nampak kesal pada anak perempuannya yang berusia tiga tahun. Anak perempuan itu baru saja menghabiskan uang untuk membeli kertas kado emas, untuk membungkus sebuah kotak kado.

Keesokan harinya, anak perempuan itu memberikan kado itu sebagai hadiah ulang tahun, kepada ayahnya. “Ini untuk Ayah,” kata anak perempuannya itu dengan senyum manisnya. Sang ayah tak jadi marah.

Namun ketika ia membuka kotak berlapis warna emas itu dan tidak mendapatkan sesuatu di dalamnya, meledaklah kemarahannya. “Tak tahukah kau, kalau kau menghadiahi kado pada seseorang, kau harus memberi sebuah barang dalam kotak ini!” Anak perempuan kecil itu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia berkata terisak-isak, “Oh, ayah, sesungguhnya aku telah meletakkan sesuatu ke dalam kotak itu.”

“Apa yang kau letakkan ke dalam kotak ini? Bukankah kau lihat kotak ini kosong?” bentak ayahnya lagi.

“Oh, Ayah, sungguh aku telah meletakkan hampir ribuan ciuman untuk Ayah ke dalam kotak itu,” bisik anak perempuannya itu dengan terbata-bata.

Sang ayah terperangah mendengar jawaban anak perempuan kecilnya. Ia lalu memeluk erat-erat anak perempuannya, dan meminta maaf.

Konon, orang-orang menceritakan bahwa pria itu selalu meletakkan kotak kado berlapir kertas emas itu di pinggir tempat tidurnya sampai akhir hayatnya. Kapan pun ia mengalami kekecewaan, kemarahan atau beban yang berat, ia kembali membuka kado berlapis kertas emas itu, membayangkan ada ribuan ciuman dalam kotak itu yang mengingatkan cinta anak perempuannya.

Dan sesungguhnya kita telah menerima sebuah kotak emas penuh berisi cinta tanpa pamrih dari orang tua, istri/suami, anak, pasangan, teman dan sahabat kita. Tak ada yang lebih indah dan berharga dalam hidup ini selain cinta.

Sumber: yohanes damar (yodha_sarasvati@yahoo.co.id)

Photo Credit: http://1hdwallpapers.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *