email-corner-feb-2017

KISAH SEORANG PENCURI

Seorang pencuri sedang diinterogasi di kantor polisi. Kemarin malam ia masuk ke dalam sebuah rumah di pinggir kota, dan ketika hendak kabur tertangkap polisi yang sedang berpatroli di daerah itu.

“Di sana ada tiga rumah yang bentuk dan strukturnya sama. Mengapa kamu memilih rumah yang ketiga?” tanya petugas.

“Ya, itu karena….” pencuri itu mulai bercerita. “Sebelum merampok aku selalu menyamar sebagai petugas pengirim barang dan mengamati rumah yang hendak kujadikan sasaran. Dengan begitu aku mengetahui rumah yang mudah dimasuki dan menemukan jalan untuk kabur. Aku menyamar. Begitu diperbolehkan masuk, aku mengamati seluruh isi rumah. Di rumah pertama ada begitu banyak bunga di sepanjang jalan masuk di depan pintu. Jadi aku memutuskan tidak merampoknya.”

“Mengapa?” tanya petugas itu heran.

“Pengalamanku mengatakan, orang yang menyukai bunga cenderung sangat rajin dan jarang tidur. Menggali, menanam dan memberi pupuk membutuhkan banyak perhatian dan kerja keras. Jadi aku mengalihkan perhatian ke rumah kedua. Di rumah itu aku memerhatikan ruang kerjanya…rak bukunya yang indah penuh dengan buku-buku yang judulnya bahkan tak kukenali. Jadi aku memutuskan tidak merampoknya.”

“Mengapa?” petugas itu kembali heran.

“Pengalamanku mengatakan, orang yang membaca banyak buku cenderung berkepribadian tenang dan tertata apik. Mereka mengunci pintu dengan baik dan kesempatannya kecil bagi perampok seperti aku untuk mendobraknya. Akhirnya aku pindah ke rumah ketiga. Rumah ini berbeda. Ketika aku mengintip ke dalam rumah itu….nampak letak sandal dan sepatu berantakan di depan pintu. Pengalamanku mengatakan orang yang tidak peduli mengatur sepatunya, biasanya tidak peduli juga untuk mengunci pintu. Itulah sebabnya aku merampok rumah ketiga…sayangnya aku tidak beruntung dan tertangkap.”

Apa makna dari kisah ini? Kebiasaan kita dapat mengubah diri kita. Orang yang rapi dan teratur akan mendapatkan tempat yang leluasa. Jika kita membangun kebiasaan menikmati membaca buku, membersihkan jalan-jalan dan merawat barang-barang terkecil sekalipun, maka kebiasaan ini akan membuat kita lebih bahagia di masa depan.

“Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.” (Ams. 16:20)

(Thanks to Kim Donghwa)

Photo Credit: https://www.ubezpieczeniemieszkania.pl

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *