email-corner-buah-kehidupan-januari-2014

Buah Kehidupan

email-corner-buah-kehidupan-januari-2014

Tenang. Ini masih pagi sekali. Kopi saya masih panas. Langit masih gelap. Dunia masih tertidur. Hari yang baru datang. Dalam beberapa saat lagi siang akan menjelang, diikuti oleh bunyi gemuruh menuruni jalanan, ketika matahari terbit.

Keheningan fajar akan digantikan oleh suara bising siang hari. Ketenangan kesendirian akan digantikan oleh kecepatan langkah-langkah manusia. Rasa aman di pagi hari akan diserbu oleh keputusan yang harus dibuat dan tenggat waktu yang harus dipenuhi. Untuk 12 jam kedepan saya harus menghadapi tuntutan dari hari ini.

Sekarang saya harus membuat keputusan. Karena oleh karya Kalvari, saya bebas untuk memilih. Jadi saya memilih;

Saya memilih kasih… Tidak ada tempat untuk membenarkan kebencian; tidak juga ketidakadilan ataupun kepahitan. Saya memilih untuk mengasihi. Hari ini saya akan mengasihi Tuhan dan apa yang Tuhan kasihi.

Saya memilih sukacita… Saya akan mengundang Tuhan untuk menjadi Tuhan atas setiap keadaan. Saya akan menolak godaan untuk menjadi sinis. Saya menolak melihat pribadi orang lain sebagai sesuatu yang lain, selain manusia yang diciptakan oleh Tuhan. Saya akan menolak melihat masalah sebagai sesuatu yang lain kecuali sebagai kesempatan untuk melihat Tuhan.

Saya memilih kedamaian… Saya hidup dalam pengampunan. Saya akan mengampuni supaya saya bisa terus hidup.

Saya memilih sabar… Saya akan mengabaikan ketidaknyamanan dunia. Daripada mengutuk orang yang mengambil tempat saya, saya akan mempersilahkan dia untuk mengambilnya. Dari pada mengeluh karena harus menunggu terlalu lama, saya akan bersyukur kepada Tuhan karena diberi waktu untuk berdoa.

Saya memilih kemurahan hati… Saya akan murah hati kepada yang miskin, kepada yang sendirian, juga yang ketakutan. Dan juga murah hati kepada mereka yang tidak murah hati, karena demikianlah Tuhan telah memperlakukan saya.

Saya memilih kebaikan… Saya akan pergi tanpa uang sebelum saya menjadi tidak jujur. Saya akan mengabaikannya sebelum menjadi sombong. Saya akan mengaku daripada menuduh. Saya memilih kebaikan.

Saya memilih kesetiaan… Hari ini saya akan menepati janji saya. Debitur saya tidak akan menyesal karena telah mempercayai saya. Rekan saya tidak akan mempertanyakan perkataan saya. Istri saya tidak akan meragukan cinta saya. Dan anak-anak saya tidak akan pernah takut ayah mereka tidak pulang.

Saya memilih kelemahlembutan… Tidak ada yang dimenangkan dengan pemaksaan. Jika saya meninggikan suara saya mungkin itu hanya untuk memuji. Jika saya mengepalkan tangan saya, itu hanya karena saya mau berdoa.

Saya memilih penguasaan diri… Saya adalah manusia roh. Setelah tubuh ini mati, maka roh saya akan melambung. Saya menolak mengijinkan apa yang akan membusuk mengendalikan apa yang kekal. Saya memilih hanya mabuk oleh sukacita. Saya hanya akan tidak sabar karena iman saya. Saya hanya akan dipengaruhi oleh Tuhan. Saya hanya akan memikirkan apa yang diajarkan oleh Kristus.

Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5:22-23). Dengan semua itu saya akan menjalani hari ini. Jika saya berhasil, saya akan bersyukur. Jika saya gagal, saya akan kembali kepada kasih karunia-Nya. Dan besok saya akan mencoba lagi…

(Max Lucado @ Group KRISTEN SEJATI)

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *