email-corner-oktober-2014-berterima-kasih

BERTERIMA KASIH

Emy, 13 tahun, bertanya pada kakaknya, “Kak, mengapa kita harus berterima kasih, kalau ada seseorang yang memberikan sesuatu pada kita?”

Jawab kakaknya, “Sudah seharusnya, Emy, karena itu berarti kita menghargai kebaikan mereka yang sudah kita terima.”

“Haruskah kita berterima kasih atas setiap perbuatan baik orang lain pada kita?” tanya Emy lagi.

“Ya sudah pasti, sudah sewajarnya dan sepantasnya kita lakukan itu, karena dengan berterima kasih artinya tidak hanya kita membuat orang tersebut senang, tetapi juga merasa apa yang diberikannya diterima dengan baik oleh kita,” jawab kakaknya.

“Tetapi, mengapa banyak orang juga lupa berterima kasih kalau kita berbuat baik kepada mereka?” kembali Emy bertanya.

Sambil tersenyum kakaknya menjawab, “Memang ada, bahkan mungkin banyak orang lupa mengucapkan terima kasih karena mungkin mereka terlalu sibuk, menganggap tidak terlalu perlu, lupa, cuek dan lain-lain. Tapi terpenting kita tidak harus mengikuti sifat mereka, bahkan kita sendiri yang harus menjadi contoh dengan menerapkan kebiasaan baik kita.”

Lebih lanjut kakaknya bercerita, “Berterima kasih itu bukan hanya terhadap orang lain yang sudah berbuat baik pada kita, tetapi terutama kepada Tuhan. Karena dengan kita masih bisa saling bercerita, tersenyum, menangis, tertawa, bernafas itu semua karena karunia dan kebaikan Tuhan semata. Terlalu banyak kebaikan yang telah diberikan Tuhan dalam hidup kita. Kita juga tidak akan pernah mampu menuliskannya dalam buku setebal apapun karena akal, pikiran dan kemampuan kita yang terbatas. Bahkan ada satu hal dimana kita merasa jatuh atau sedih dan sedang mengalami masalah besar/ kecil, tapi kita harus tetap berterima kasih kepada Tuhan. Karena dengan mengalami hal-hal itu, sebenarnya Tuhan ingin mengajarkan pada kita untuk selalu mengandalkan Dia, bergantung pada-Nya, lebih dekat kepada-Nya. Lewat masalah yang timbul akan membuat kita semakin dewasa dan matang dalam menghadapi masalah yang akan datang, bahkan mungkin yang jauh lebih berat.

Intinya, berterima kasih itu tidak hanya untuk hal-hal baik yang kita terima dalam hidup, tetapi juga terhadap hal-hal yang mungkin menurut kita kurang baik/buruk yang terjadi sekalipun. Kelihatannya sangat tidak mungkin dan sulit untuk berterima kasih atas sesuatu yang buruk, tapi kita harus percaya dan terus berdoa karena Tuhan pasti punya rencana yang terbaik, bagi kita semua.”

Emy kembali berkata, “Kak, sepertinya aku mulai paham, biarpun belum sepenuhnya mengerti. Tapi aku akan belajar dan terus mengingat kata-kata Kakak tadi.”

“Emy, tidak mengapa jika kamu belum mengerti sepenuhnya. Saat kamu beranjak dewasa kelak, kamu akan lebih paham, yang terpenting jangan lupa berterima kasih atas setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita.”

Photo Credit: www.kprojects.it via Compfight cc

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *